Tuesday, 10 February 2026

Peneliti Temukan Terumbu Karang Raksasa Dan Puluhan Spesies Baru Di Laut Dalam Argentina

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Tim peneliti yang melakukan ekspedisi di sepanjang garis pantai Argentina menemukan terumbu karang Bathelia candida terbesar yang pernah tercatat. Penelitian tersebut juga mengungkap sedikitnya 28 spesies baru yang masih dalam tahap identifikasi, mulai dari cacing laut, karang, hingga siput laut dan organisme laut lainnya.

Tujuan utama ekspedisi sebenarnya untuk mencari fenomena “rembesan dingin” atau cold seep, yaitu area dasar laut yang melepaskan gas serta bahan kimia tertentu. Fenomena ini menjadi sumber energi bagi mikroorganisme yang kemudian mendukung kehidupan kerang, moluska, dan cacing tabung. Tim akhirnya menemukan satu kawasan rembesan dingin dengan luas lebih dari satu kilometer persegi, atau lebih dari dua kali ukuran terumbu karang Bathelia yang teridentifikasi.

Kepala ilmuwan ekspedisi, Dr María Emilia Bravo dari Universitas Buenos Aires dan CONICET, menyebut tingkat keanekaragaman hayati yang ditemukan di laut dalam Argentina berada di luar perkiraan. Ia menilai temuan tersebut membuka peluang besar untuk memahami fungsi ekosistem laut dalam serta keterhubungan antarspesies yang selama ini masih minim data ilmiah.

Terumbu karang Bathelia candida yang ditemukan memiliki luas sekitar 0,4 kilometer persegi dan tercatat berada lebih jauh ke selatan dibandingkan catatan sebelumnya. Spesies ini dikenal sebagai indikator kesehatan ekosistem laut dan masuk kategori Ekosistem Laut Rentan karena karang berbatu menyediakan habitat penting bagi berbagai organisme seperti ikan, gurita, dan krustasea.

Ekspedisi juga mencatat temuan fenomena “air terjun paus” atau whale fall pertama di perairan Argentina pada kedalaman sekitar 3.890 meter. Bangkai paus yang tenggelam ke dasar laut menciptakan ekosistem sementara karena menjadi sumber makanan bagi berbagai spesies laut dalam, termasuk hiu, kepiting, dan gurita.

Selain itu, tim juga mengamati kemunculan ubur-ubur hantu berukuran besar yang dapat mencapai panjang sekitar 10 meter. Spesies ini tergolong jarang terlihat dan menjadi salah satu sorotan ilmiah dalam penelitian laut dalam.

Peneliti dari Instituto Argentino de Oceanografía, Dr Melisa Fernández Severini, menyebut ekspedisi ini menghasilkan sampel kimia, fisik, dan biologis dalam jumlah besar yang akan dimanfaatkan untuk penelitian jangka panjang mengenai kondisi perairan Argentina serta kerentanan ekosistem ekstrem tersebut.

Namun, ekspedisi juga menemukan sejumlah limbah manusia di dasar laut, mulai dari jaring ikan plastik hingga kaset video VHS, yang menimbulkan pertanyaan mengenai jalur pencemaran laut dan dampaknya terhadap ekosistem.

Direktur Eksekutif Schmidt Ocean Institute, Dr Jyotika Virmani, menegaskan bahwa setiap ekspedisi laut dalam selalu menunjukkan tingginya kehidupan di bawah permukaan laut. Ia menilai lautan menyimpan sebagian besar ruang hidup di planet ini sehingga penelitian berkelanjutan dinilai penting untuk memperluas pemahaman sekaligus meningkatkan kesadaran perlindungan lingkungan laut. (Amri-untuk Indonesia)