Wednesday, 04 March 2026

Cap Go Meh Penutup Imlek Sarat Makna Kebersamaan Dan Harapan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Cap Go Meh menjadi penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang dirayakan pada hari ke-15 kalender lunar, sarat makna kebersamaan, harapan, dan refleksi budaya Tionghoa. (2/3/26)

Secara etimologis, Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang berarti “malam ke-15”, menandai berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Imlek. Tradisi ini bukan sekadar seremoni penutup, melainkan momentum simbolik sebelum masyarakat kembali ke aktivitas normal setelah perayaan tahun baru.

Di Indonesia, Cap Go Meh dirayakan dengan arak-arakan budaya, pertunjukan barongsai, penyalaan lampion, serta penyajian kuliner khas. Perayaan tersebut berlangsung meriah di sejumlah daerah dan menjadi bagian dari kekayaan tradisi multikultural yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Setiap elemen tradisi memiliki makna simbolik. Lampion melambangkan harapan dan penerangan hidup, hidangan manis mencerminkan keharmonisan, sementara perayaan bersama menggambarkan persatuan dan solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut menjadikan Cap Go Meh bukan hanya pesta budaya, tetapi juga refleksi spiritual dan sosial.

Sebagai penutup Imlek, Cap Go Meh mempertegas pentingnya rasa syukur, kebersamaan keluarga, serta harapan akan perjalanan hidup yang lebih baik di tahun yang baru. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa setiap awal yang baik perlu dilanjutkan dengan langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari. (Amri-untuk Indonesia)