Monday, 07 September 2026

Karhutla Kaltim Nyaris Membakar Area Sekolah

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Tanah Grogot, lognews.co.id – Kebakaran lahan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, nyaris membakar area SMA Negeri 2 Unggulan Tanah Grogot pada Senin (7/9/2026). Kobaran api yang berasal dari kawasan lahan dan hutan kecil di belakang sekolah merambat hingga mendekati bangunan sekolah, memicu kepanikan dan proses evakuasi siswa.

Beruntung, aksi cepat kepala sekolah, guru, karyawan, dan para siswa berhasil mencegah api memasuki lingkungan sekolah sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Saat dihubungi Tim Lognews Media, saksi di lokasi, Sastrowanto, mengatakan titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 14.00 WITA. Sejumlah siswa yang berada di sekolah melihat kobaran api muncul dari semak-semak di bawah pepohonan di belakang ruang kelas.

"Anak-anak berteriak melihat ada titik api di semak-semak belakang kelas. Setelah dicek oleh pegawai sekolah, ternyata api sudah mulai merambat menuju belakang sekolah," ujar Sastrowanto kepada Tim Lognewsmedia.

Menurutnya, lokasi kebakaran berada di kawasan hutan kecil yang berbatasan langsung dengan area sekolah. Di sekitar titik api terdapat tandon air, musala, dan salah satu gedung kelas sehingga pihak sekolah langsung mengambil langkah penyelamatan.

Asap Masuk Kelas, Siswa Langsung Dievakuasi

Saat api terus merambat, asap mulai masuk ke dalam ruang kelas. Pihak sekolah segera menginstruksikan seluruh siswa, terutama yang berada di lantai atas, untuk keluar dari gedung menuju lokasi yang lebih aman.

Evakuasi dilakukan secara cepat guna menghindari dampak paparan asap terhadap para siswa dan tenaga pendidik.

"Kami sepakat mengeluarkan anak-anak dari kelas karena asap sudah mulai masuk ke dalam ruangan," kata Sastrowanto.

Guru, Karyawan, dan Siswa Gotong Royong Padamkan Api

Setelah proses evakuasi selesai, guru, karyawan, dan sejumlah siswa bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan sederhana. Mereka menyingkirkan daun-daun kering agar kobaran api tidak semakin merambat ke lingkungan sekolah.

Pemadaman dilakukan menggunakan kayu, pelepah kelapa, dan alat seadanya untuk membuat garis pembatas antara titik api dan area sekolah.

"Kami berusaha membuat garis batas agar api tidak masuk ke sekolah. Daun-daun kering disingkirkan dan api dipadamkan secara manual sambil menunggu bantuan pemadam kebakaran," jelasnya.

Upaya tersebut berhasil menghentikan rambatan api di batas belakang sekolah hingga sekitar pukul 16.10 WITA. Namun, api di bagian lahan yang lebih jauh masih terlihat membara.

Pemadam Kebakaran Terlambat Datang karena Tangani Titik Api Lain

Sastrowanto menjelaskan bahwa petugas pemadam kebakaran telah dihubungi sejak awal kejadian. Namun, armada belum bisa langsung menuju lokasi karena masih menangani beberapa titik kebakaran lain di wilayah Kabupaten Paser.

"Pemadam sudah dihubungi, tetapi mereka masih menangani beberapa kebakaran di lokasi lain. Jadi sementara kami menangani sendiri agar api tidak masuk ke sekolah," ungkapnya.

Ia menduga api berasal dari kebakaran lahan di belakang kawasan sekolah yang kemudian merambat melalui tumpukan daun-daun kering di kawasan hutan kecil.

Tidak Ada Korban Jiwa, Beberapa Siswa Alami Gatal-gatal

Meski kebakaran sempat mengancam lingkungan sekolah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh siswa berhasil dievakuasi dengan selamat.

Namun, beberapa siswa yang ikut membantu memadamkan api di area hutan mengalami luka ringan akibat kondisi medan di lokasi kebakaran.

"Alhamdulillah semua selamat. Hanya asap sempat masuk ke kelas sehingga siswa langsung dievakuasi. Anak-anak yang ikut memadamkan api di hutan ada yang terkena duri dan mengeluhkan gatal-gatal, kemungkinan karena tanaman di sekitar lokasi," tutur Sastrowanto.

Titik Api Masih Ada, Sekolah Tetap Waspada

Hingga informasi ini diterima Tim Lognewsmedia, masih terdapat beberapa titik api di bagian belakang lahan yang belum sepenuhnya padam. Pihak sekolah bersama warga sekitar terus melakukan pemantauan sambil menunggu petugas pemadam kebakaran melakukan penyisiran agar sumber api benar-benar padam dan tidak kembali merambat ke lingkungan sekolah.

Peristiwa ini menjadi pengingat meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, terutama saat kondisi vegetasi mengering. Kewaspadaan masyarakat dan respons cepat dari lingkungan sekitar dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam fasilitas umum, termasuk sekolah. (Saheel untuk Indonesia)