Friday, 30 January 2026

Pemkot Palembang Gencarkan Vaksinasi DBD Gratis Untuk 5.000 Anak Sekolah

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, PalembangPemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menggencarkan program vaksinasi demam berdarah dengue (DBD) gratis bagi 5.000 anak sekolah sebagai langkah strategis menekan angka penyebaran penyakit tersebut. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi Pemkot Palembang dengan Tim DEN 401 Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. (14/1/26)

Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim menyampaikan bahwa program vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya konkret mendukung Palembang Sehat, program kesehatan yang diinisiasi Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam.

“Salah satu langkah konkret dari kerja sama ini adalah pemberian vaksin DBD secara gratis kepada 5.000 anak sekolah,” ujar Aprizal di Palembang.

Ia menambahkan, program vaksinasi DBD gratis menjadi angin segar bagi masyarakat karena selama ini vaksin dengue hanya tersedia di rumah sakit swasta dengan biaya relatif tinggi dan belum masuk dalam program vaksinasi nasional. Oleh karena itu, dukungan lintas sektor, termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, sangat dibutuhkan agar sosialisasi program berjalan optimal.

Aprizal juga menyarankan agar peluncuran program dilakukan di lokasi yang representatif untuk memperluas gaung kebijakan serta menarik perhatian masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu, Ketua Tim DEN 401 Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Ariesti Karmila, menjelaskan bahwa vaksin DBD sebenarnya telah tersedia di Indonesia, namun masih bersifat berbayar dan hanya dapat diakses di rumah sakit swasta.

Menurut Ariesti, bantuan hibah sebanyak 5.000 dosis vaksin DBD yang diterima Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya menjadi peluang besar untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Alhamdulillah, Fakultas Kedokteran Unsri mendapatkan bantuan vaksin DBD yang bisa kami distribusikan secara gratis kepada anak-anak,” ungkapnya.

Program vaksinasi ini dilaksanakan di 60 sekolah yang tersebar di wilayah kerja 10 puskesmas, yakni Padang Selasa, Gandus, Taman Bacaan, Pembina, Kalidoni, 4 Ulu, Kertapati, Makrayu, dan Sematang Borang. Pemilihan sekolah didasarkan pada data Pemerintah Kota Palembang terkait wilayah dengan insiden DBD tertinggi.

Program ini menyasar anak-anak usia 6 hingga 10 tahun, kelompok usia yang dinilai paling rentan terhadap infeksi DBD. Meski vaksin juga dapat diberikan kepada orang dewasa, fokus utama tetap pada perlindungan anak-anak.

Ariesti menambahkan, pelaksanaan vaksinasi telah dimulai sejak akhir November 2025 dan berjalan lancar. Tim medis juga melakukan pemantauan terhadap anak-anak yang telah maupun belum divaksin guna memastikan efektivitas dan keamanan vaksin.

Bagi masyarakat yang tidak termasuk dalam program ini, vaksin DBD masih dapat diakses melalui rumah sakit swasta dengan biaya sekitar Rp700.000 per suntikan dan membutuhkan dua kali suntikan untuk perlindungan optimal.

“Karena itu, kami sangat bersyukur Palembang mendapatkan bantuan vaksin gratis. Tidak semua kota memiliki kesempatan yang sama,” pungkas Ariesti. (Amri-untuk Indonesia)