Saturday, 07 February 2026

DPA Indramayu Canangkan Layanan “Jemput Bola” dan “Referensi Kelabu” Dongkrak Minat Baca

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu – Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Indramayu (DPA) mencanangkan dua inovasi layanan literasi bertajuk “Jemput Bola” dan “Referensi Kelabu” sebagai langkah meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus mendorong kunjungan ke perpustakaan daerah pada 2026.

Kepala Bidang Pengelolaan Perpustakaan dan Pelestarian Bahan Pustaka (P3BP) DPA Indramayu, Rizka Novitasari, menyampaikan tren kunjungan pemustaka pada 2025 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Data DPA mencatat jumlah kunjungan pada 2024 mencapai 41.931 orang, sementara pada 2025 turun menjadi 39.478 orang atau berkurang 2.453 pengunjung (sekitar 5,85 persen). Salah satu faktor yang disebut memengaruhi penurunan adalah curah hujan tinggi pada akhir tahun.

Menanggapi kondisi tersebut, DPA menyiapkan strategi baru dengan mengubah pola pelayanan. Melalui program Jemput Bola, perpustakaan tidak lagi menunggu permohonan kunjungan dari sekolah, melainkan proaktif mengirim surat dan menjadwalkan kunjungan edukasi langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Indramayu. Skema ini ditujukan untuk memperluas jangkauan literasi dan memperkenalkan fasilitas perpustakaan sejak dini.

Selain itu, DPA juga menyiapkan layanan Referensi Kelabu yang dikhususkan bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengakses karya tulis ilmiah seperti skripsi, tesis, dan laporan akhir. Untuk mendukung koleksi tersebut, DPA menjalin kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Universitas Wiralodra. Layanan ini diharapkan menjadikan perpustakaan sebagai rujukan utama riset akademik di daerah.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada pengurangan jam operasional perpustakaan—dari sebelumnya hingga pukul 19.00 WIB menjadi pukul 18.00 WIB—DPA tetap mengintensifkan promosi layanan melalui media sosial dan kolaborasi dengan penulis lokal. Salah satu program yang terus dikembangkan adalah Pojok Dermayu, ruang koleksi budaya lokal yang banyak diminati kalangan mahasiswa.

DPA Indramayu optimistis berbagai inovasi layanan tersebut mampu mengembalikan tren kunjungan pemustaka pada 2026. Perpustakaan diharapkan tidak sekadar menjadi tempat singgah saat libur sekolah, melainkan tumbuh sebagai pusat literasi dan riset yang representatif bagi masyarakat Indramayu.

(Amri-untuk Indonesia)