lognews.co.id, Cirebon — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu proses pemulangan Vina (27), warga Kabupaten Cirebon yang diduga menjadi korban praktik “pengantin pesanan” di China. (28/2/26)
Dedi menyatakan telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon setelah menerima laporan dugaan tindak pidana perdagangan orang berkedok pernikahan.
“Hari ini ada warga Cirebon menjadi korban penjualan orang di China, dan saya sudah berkomunikasi. Nanti ditangani dan akan dijemput,” ujarnya di Cirebon, Sabtu malam.
Pemprov Jabar akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan korban serta kelancaran proses pemulangan ke Indonesia.
Menurut Dedi, modus pengantin pesanan kerap memanfaatkan janji mahar tinggi atau iming-iming kehidupan layak untuk membujuk korban. Ia meminta pemerintah kabupaten/kota hingga aparat desa meningkatkan pengawasan dan edukasi agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran kerja atau pernikahan luar negeri tanpa prosedur resmi.
Sementara itu, kuasa hukum keluarga Vina, Asep Maulana Hasanudin, menyebut korban yang berasal dari Desa Gombang, Cirebon, diduga mengalami kekerasan fisik selama berada di China.
Ia menjelaskan peristiwa bermula saat Vina bekerja di Jakarta dan berkenalan dengan seorang warga negara asing asal China yang kemudian mengarah pada rencana pernikahan. Pihak pria disebut beberapa kali mendatangi rumah keluarga korban dan menyerahkan mahar pada Agustus 2025.
Namun setelah tiba di China, korban mendapati kondisi yang tidak sesuai dengan informasi awal. Saat hendak kembali ke Indonesia, keluarga pihak suami meminta pengembalian mahar dengan nilai tinggi.
Kuasa hukum juga menyebut korban diduga diarahkan menandatangani sejumlah dokumen yang tercatat sebagai persetujuan pernikahan secara hukum di China, sehingga menyulitkannya untuk pulang.
Keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke instansi terkait dan berharap pendampingan hukum serta fasilitasi pemulangan dapat segera terealisasi.
(Amri-untuk Indonesia)



