lognews.co.id – komitmen Pemerintah Kabupaten Subang dalam menjaga lahan pertanian berkelanjutan di tengah pesatnya pembangunan dan alih fungsi lahan. Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M. dalam Talkshow Breaking News PPN 1011 yang dipandu oleh Dynasti sebagai host, diproduseri oleh Saheel, serta didukung oleh Baim selaku Head Media Sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan bahwa Kabupaten Subang hingga kini masih menjadi salah satu daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Menurutnya, sektor pertanian harus terus dipertahankan karena menjadi penopang ketahanan pangan nasional sekaligus sumber penghidupan masyarakat.
Pertanian Tetap Menjadi Andalan
Wakil Bupati menjelaskan, sebagian besar masyarakat Subang masih menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menjaga produktivitas lahan agar kesejahteraan petani tetap meningkat.
Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan harga gabah sehingga memberikan kepastian bagi petani. Menurutnya, kebijakan tersebut turut mendorong semangat petani untuk tetap mempertahankan lahan pertanian.
"Yang paling utama bukan sekadar peringkat sebagai penghasil padi, tetapi bagaimana pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan para petani," ujarnya.
Alih Fungsi Lahan Jadi Tantangan
Meski dikenal sebagai daerah pertanian, Subang tidak lepas dari tantangan alih fungsi lahan akibat pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional.
Wakil Bupati mengakui luas lahan pertanian mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Pemerintah Kabupaten Subang telah mengambil langkah tegas dengan memperkuat kebijakan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Pemerintah menetapkan sekitar 76 ribu hektare lahan pertanian yang akan dilindungi agar tidak kembali beralih fungsi.
"Kami tegaskan, lahan pertanian yang telah ditetapkan sebagai LP2B harus dipertahankan dan tidak boleh terus berkurang," tegasnya.
Produktivitas Terus Ditingkatkan
Selain menjaga luas lahan, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui modernisasi sektor pertanian.
Berbagai langkah dilakukan, mulai dari peningkatan jaringan irigasi, bantuan pompa air saat musim kemarau, hingga pengembangan teknologi pertanian bekerja sama dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan lembaga riset.
Pemerintah juga mendorong lahirnya petani milenial melalui berbagai program pemberdayaan agar sektor pertanian tetap diminati generasi muda.
Menurut Agus, peningkatan produktivitas menjadi solusi agar hasil panen tetap meningkat meskipun luas lahan mengalami penyesuaian.
Infrastruktur dan Pertanian Harus Berjalan Seimbang
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Subang sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Wakil Bupati menegaskan pembangunan jalan, kawasan industri, maupun proyek strategis nasional tetap harus berjalan seiring dengan perlindungan lahan pertanian agar keseimbangan pembangunan dapat terjaga.
Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Pemerintah Buka Ruang Aspirasi Masyarakat
Menutup perbincangan, Wakil Bupati mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Subang juga membuka layanan pengaduan masyarakat melalui kanal "Lapor Kang Rey" yang dapat diakses melalui media sosial.
Menurutnya, masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pelayanan publik dan mewujudkan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
(Delili & Saheel untuk Indonesia)



