Friday, 18 September 2026

Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Digelar di Gantar, Polda Jabar Targetkan 5 Ton per Hektare untuk Perkuat Swasembada Pangan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Lognews.co.id, Indramayu – Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2026 di Blok Bangkeci Beber, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan swasembada jagung yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Kegiatan dipusatkan di Desa Mekarwaru dan dihadiri oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Barat Kombes Pol. Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kapolres Indramayu AKBP Prianggo Parlindungan Malau, S.I.K., M.Si. , unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gantar, perangkat desa, kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Secara simbolis, penanaman bibit jagung dilakukan bersama sebagai tanda dimulainya penanaman serentak di berbagai wilayah Jawa Barat.

Polda Jabar Tanam Jagung Serentak di 134 Hektare

Karo SDM Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Dr. Fadly Samad, menjelaskan bahwa penanaman jagung serentak dilaksanakan di sejumlah wilayah di Jawa Barat dengan total luas lahan mencapai 134 hektare, sementara pusat kegiatan dipilih di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar.

"Hari ini kita melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak di wilayah Jawa Barat dengan total luas 134 hektare dan dipusatkan di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar. Ini sebagai bentuk keseriusan kita menindaklanjuti program pemerintah di bidang ketahanan pangan," ujar Kombes Pol. Dr. Fadly Samad.

Ia menilai Kabupaten Indramayu memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga produksi jagung di Jawa Barat. Oleh karena itu, Polda Jabar mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi menyukseskan program pemerintah.

"Kita melihat potensi yang besar, termasuk di wilayah Indramayu. Karena itu kita mengajak semua pihak untuk berkolaborasi mendukung program Bapak Presiden, khususnya terkait penanaman jagung. Mudah-mudahan memasuki musim hujan hasilnya bisa lebih maksimal," katanya.

Libatkan Kelompok Tani, Polri Siapkan Bibit dan Pupuk

Dalam pelaksanaannya, penanaman melibatkan kelompok tani (Poktan) serta masyarakat Desa Mekarwaru. Polda Jawa Barat berperan sebagai fasilitator dengan menyiapkan kebutuhan bibit, pupuk, hingga pendampingan kepada petani.

Kombes Pol. Fadly Samad mengatakan bibit yang digunakan terdiri dari beberapa varietas unggul, di antaranya Singosakti, Inka Perkasa, dan P18, yang diharapkan mampu menghasilkan produktivitas tinggi.

"Penanaman ini melibatkan kelompok tani. Kita mengajak seluruh masyarakat ikut menggerakkan program pemerintah. Tugas kami sebagai fasilitator, menyiapkan kebutuhan bibit, pupuk, lahan yang bisa dimanfaatkan, dan memastikan seluruh proses berjalan dengan baik sehingga hasilnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh sumber daya yang tersedia diberdayakan agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk dukungan pupuk dan pendampingan selama masa tanam.

Target Panen 5 Ton per Hektare

Polda Jawa Barat menargetkan hasil panen jagung dapat dicapai dalam waktu tiga hingga empat bulan setelah masa tanam dengan produktivitas minimal 5 ton per hektare.

"Target panennya sekitar tiga sampai empat bulan ke depan. Minimal kita menargetkan 5 ton per hektare. Secara keseluruhan, target khusus wilayah Jawa Barat mencapai sekitar 31 ribu ton sesuai target dari pemerintah pusat," jelas Kombes Pol. Fadly Samad.

Jagung yang ditanam pada program ini merupakan jagung pakan ternak, sebagai upaya mendukung kebutuhan sektor peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Untuk lokasi di Desa Mekarwaru sendiri, luas lahan yang disiapkan mencapai 34 hektare, dengan sekitar 20 hektare telah mulai dikerjakan pada tahap awal penanaman.

Kuwu Mekarwaru: Warga Sangat Antusias Dukung Program Jagung

Kuwu Desa Mekarwaru, Edy Sukandi, S.E., menyampaikan apresiasi atas kembali dipilihnya wilayah Mekarwaru sebagai lokasi penanaman jagung oleh Polda Jawa Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan yang pertama kali dilaksanakan di desanya.

"Alhamdulillah, ini bukan pertama kali. Sebelumnya Polda Jawa Barat sudah dua kali melaksanakan penanaman jagung di wilayah Mekarwaru, begitu juga Pak Kapolres dan bahkan pernah dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat. Artinya, Mekarwaru terus dipercaya menjadi bagian dari program ketahanan pangan," ujar Edy Sukandi.

Ia menjelaskan Desa Mekarwaru memiliki kawasan lahan hutan seluas sekitar 1.742 hektare yang dikelola masyarakat. Selain digunakan untuk pertanian lain, sebagian lahan diprioritaskan untuk mendukung program swasembada jagung melalui kerja sama antara petani, Polri, dan TNI.

"Kami memiliki potensi lahan yang cukup luas. Karena itu kami memprioritaskan kerja sama dengan Polri maupun TNI untuk mendukung program swasembada jagung. Alhamdulillah para petani dan Forkopimcam sangat mendukung kegiatan ini," katanya.

Menurut Edy, antusiasme masyarakat terlihat sejak proses penanaman bibit dilakukan secara simbolis. Warga berbondong-bondong ikut serta sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah.

Petani Sediakan Lahan dan Tenaga Kerja

Edy Sukandi menerangkan bahwa dalam program ini petani tidak dibebani biaya penyediaan bibit maupun pupuk. Seluruh kebutuhan tersebut difasilitasi oleh Polri, sementara petani menyediakan lahan dan tenaga kerja.

"Para petani di sini menyediakan lahan dan tenaga kerja. Untuk bibit, pupuk, dan kebutuhan lainnya semuanya difasilitasi oleh Polri. Nantinya hasil panen juga kembali kepada petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," jelasnya.

Ia berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut dan tidak berhenti pada komoditas jagung saja.

Pesan Kuwu untuk Masyarakat

Di akhir kegiatan, Kuwu Mekarwaru mengajak masyarakat menjaga dan memanfaatkan lahan pertanian secara berkelanjutan demi masa depan generasi berikutnya.

"Saya mengajak seluruh petani menjaga lahan Mekarwaru dengan baik. Program ini bukan hanya untuk saat ini, tetapi menjadi investasi jangka panjang bagi anak cucu kita. Ke depan mudah-mudahan bukan hanya jagung, tetapi juga komoditas lain seperti bawang putih atau bawang merah bisa dikembangkan di wilayah Mekarwaru," tutup Edy Sukandi.

Program Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2026 di Desa Mekarwaru menjadi salah satu langkah nyata sinergi antara pemerintah, Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi jagung di Kabupaten Indramayu. (Saheel untuk Indonesia)