Jembatan Al-Zaytun 1 Rampung: Penggerak Perekonomian Warga

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

INDRAMAYU, Lognews.co.id – Pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Kroya dan Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, telah rampung secara fisik. Jembatan tersebut berada di wilayah perbatasan Desa Sukaselamat, Kecamatan Kroya, dengan Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar.

Hal tersebut disampaikan Camat Kroya, Cahyandi, SKM., MKM., dalam talkshow di Radio Prima 95,8 FM Indramayu, program acara BN PPN 1011, pada Rabu, 30 September 2026, pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Dalam talkshow tersebut, Cahyandi menjelaskan bahwa keberadaan jembatan menjadi bagian penting dalam penguatan infrastruktur sekaligus konektivitas masyarakat di wilayah Kroya dan Gantar.

Menurut Cahyandi, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Indramayu terhadap peningkatan infrastruktur daerah. Kecamatan Kroya, kata dia, menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan prioritas pembangunan.

“Ini memang konsen dari Bupati kita untuk meningkatkan infrastruktur di Kabupaten Indramayu. Walaupun secara serentak tidak mungkin karena ada anggaran yang terbatas, sehingga dilakukan berdasarkan prioritas. Alhamdulillah Kecamatan Kroya termasuk kecamatan yang prioritas,” ujar Cahyandi dalam talkshow tersebut.

Masuk Perencanaan Tahun 2026

Cahyandi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut masuk dalam perencanaan tahun 2026. Untuk pelaksanaan teknis, kewenangan berada pada dinas terkait, sementara pihak kecamatan menjalankan fungsi koordinasi dan pemantauan di wilayah.

Ia juga menjelaskan bahwa secara fisik jembatan telah selesai dibangun. Namun, jembatan belum langsung dapat digunakan karena masih terdapat tahapan pemeliharaan yang harus diselesaikan.

“Kalau nanti pembangunan, kan ada masalah pemeliharaan. Tidak langsung digunakan, apalagi jembatan. Jembatan itu ada masalah pemeliharaannya,” jelasnya.

Terkait jadwal peresmian, Cahyandi belum dapat memastikan waktunya. Menurutnya, jadwal tersebut berkaitan dengan dinas teknis dan pemerintah daerah sebagai pihak yang menangani pembangunan jembatan.

Penghubung Kroya dan Gantar

Lebih jauh, Cahyandi menilai jembatan tersebut memiliki fungsi strategis karena menjadi penghubung antara Kecamatan Kroya dan Kecamatan Gantar.

Keberadaan jembatan diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di kedua wilayah.

“Kepada masyarakat, baik itu di Kecamatan Kroya, khususnya Desa Sukaselamat, maupun yang lainnya, ini dipergunakan sebagai jalan untuk menunjang perekonomian, menuju desa sebelah, dari Kroya ke Gantar sampai ke wilayah lainnya,” ungkapnya.

Cahyandi juga mengapresiasi pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kondisi jembatan sebelumnya sudah memerlukan perhatian sehingga pembangunan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

Ia berharap fasilitas tersebut nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses antarkecamatan.

Aspirasi Masyarakat dan Media Sosial

Dalam talkshow, Cahyandi juga menyinggung mengenai aspirasi masyarakat yang turut disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial.

Menurutnya, perkembangan media sosial seperti TikTok dan Instagram telah menjadi salah satu sarana masyarakat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.

“Sekarang sudah banyak media sosial, TikTok, Instagram, yang menyampaikan kepada pemerintah daerah. Bupati sangat respons terhadap usulan-usulan melalui media sosial,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut juga melibatkan koordinasi antara pemerintah daerah, dinas teknis, Kecamatan Gantar, dan Kecamatan Kroya.

Hal tersebut dilakukan karena jembatan memiliki posisi strategis sebagai penghubung dua wilayah kecamatan.

Lokasi jembatan yang berada berdekatan dengan kawasan Al-Zaytun turut dibahas dalam talkshow.

Cahyandi mengatakan, hingga saat wawancara berlangsung, belum ada komunikasi secara langsung antara Kecamatan Kroya dengan pihak Al-Zaytun mengenai pembangunan jembatan tersebut.

Namun, ia menyebut koordinasi lebih lanjut dapat dilakukan bersama dinas terkait dan pihak-pihak yang berkepentingan.

“Belum ada komunikasi sama sekali, tapi ada dari pihak dinas yang menanyakan, sudah selesai belum di lapangan. Kita informasinya selesai. Nanti teknis segala sesuatunya ada di dinas,” jelas Cahyandi.

Camat Imbau Masyarakat Jaga Jembatan

Selain fungsi jembatan sebagai penghubung wilayah, Cahyandi turut menyoroti aspek estetika bangunan tersebut.

Ia menilai jembatan memiliki tampilan yang baik sehingga masyarakat diminta ikut menjaga kebersihan, keindahan, dan kondisi fisiknya.

Cahyandi secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan vandalisme atau mencoret-coret bagian jembatan.

“Saya imbau kepada masyarakat, terutama mungkin yang mampir ke jembatan itu, mohon dijaga. Jangan sampai ada coret-coretan. Mampir, nongkrong, mampir istirahat, jangan iseng. Dijaga estetikanya,” tegasnya.

Menurutnya, fasilitas publik yang telah dibangun pemerintah perlu dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Ia juga secara khusus mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan jembatan sebagai tempat mencoretkan nama, singkatan, maupun tulisan lainnya.

Cahyandi berharap setelah seluruh proses pembangunan dan peresmian selesai, masyarakat Kroya dan Gantar dapat memanfaatkan jembatan tersebut dengan baik sekaligus menjaga keberadaannya.

Pembangunan jembatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas dua kecamatan, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah yang terhubung. (Saheel untuk Indonesia)