INDRAMAYU, lognews.co.id – Penggunaan jarum suntik dalam permainan anak bukan persoalan sederhana. Apabila jarum yang digunakan tidak steril, risiko kesehatan dapat muncul mulai dari infeksi bakteri, tetanus, hingga penyakit yang ditularkan melalui darah seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.
Peringatan tersebut disampaikan Retno Sulastri, S.K.M., M.H.Kes., Sanitarian Madya sekaligus Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dalam talkshow Konferensi PERS (Prima Edukasi Ruang Siaran) di Radio Prima 95,8 FM Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Dalam diskusi bertema Generasi Pelanjut dalam Bayang-Bayang Bahaya: Kasus Squishy Suntik yang berlangsung pukul 10.00-11.00 WIB, Retno menjelaskan bahwa luka tusuk akibat jarum tidak steril dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri dan virus ke dalam tubuh.
Ia memaparkan, terdapat dua kelompok risiko utama akibat penggunaan jarum yang tidak steril, yakni infeksi bakteri secara langsung dan infeksi virus yang ditularkan melalui darah.
Untuk infeksi bakteri, salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah tetanus. Penyakit tersebut dapat disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang sporanya dapat ditemukan di tanah maupun lingkungan yang terkontaminasi.
Gejalanya dapat berupa kejang dan kekakuan otot, termasuk pada bagian rahang, serta berpotensi menimbulkan kondisi yang fatal.
Selain itu, terdapat risiko infeksi pada luka atau selulitis yang dapat ditandai dengan pembengkakan, munculnya nanah, hingga demam tinggi.
"Secara medis mungkin risikonya ada dua, yaitu infeksi bakteri langsung. Selain infeksi bakteri langsung, kita juga bisa menyebabkan infeksi virus lewat darah," jelas Retno.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan jarum bekas pakai atau jarum yang berasal dari limbah medis memiliki risiko penularan penyakit melalui darah, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.
Menurutnya, dampak infeksi virus tidak selalu dapat diketahui secara langsung setelah seseorang mengalami luka tusuk. Karena itu, masyarakat perlu memberikan perhatian serius apabila anak mengalami kejadian tersebut.
Retno mengimbau orang tua agar tidak menganggap remeh luka tusuk sekecil apa pun, terutama apabila sumber jarum tidak diketahui.
Talkshow tersebut dipandu Dynasti, S.I.Kom., dengan menghadirkan AKP Boby Bimantara, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dan Iptu Yoga Nanda Pratama, S.Tr.K., M.Si., sebagai narasumber dari Polres Indramayu.
Melalui penjelasan tersebut, Dinas Kesehatan mengingatkan pentingnya pencegahan dan penanganan medis yang tepat untuk melindungi anak-anak dari risiko infeksi akibat penggunaan jarum suntik yang tidak semestinya. (Saheel untuk Indonesia)



