Friday, 30 January 2026

Inovasi Mahasiswa Polinela dalam Pengembangan Smart Composting System Berbasis IoT untuk Pengelolaan Sampah Organik

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

lognews.co.id, Lampung - Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan sebuah sistem pengelolaan sampah organik berbasis teknologi Internet of Things (IoT) sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL). Proyek ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan sampah organik serta perlunya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih efektif.

WhatsApp Image 2026 01 13 at 17.09.34

(Gambar 2 Tampak Alat Smart Composting System)

Smart Composting System merupakan sistem pengolahan sampah organik yang dirancang untuk bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan sensor dan mikrokontroler. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi pengomposan secara real-time, seperti kondisi lingkungan di dalam wadah kompos, sehingga proses pengolahan dapat berjalan lebih terkontrol dibandingkan metode konvensional.

Smart Composting System ini mengadopsi teknologi Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan mikrokontroler dan sensor untuk memantau proses pengolahan sampah organik secara otomatis dan real-time. Informasi kondisi pengomposan ditampilkan secara langsung melalui antarmuka digital tanpa melalui proses penyimpanan data, sehingga sistem merespons kondisi aktual secara langsung. Penggunaan alat ini dirancang agar dapat dioperasikan dengan mengikuti panduan penggunaan yang telah disusun.

Pengembangan Smart Composting System ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya mengurangi penumpukan sampah organik di lingkungan sekitar. Selain berkontribusi terhadap pengelolaan sampah, hasil dari proses pengomposan yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang memiliki nilai guna bagi tanaman.

Di sisi lain, pengembangan sistem ini merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Ketua tim, Abdul Hamid Awaluddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir berupa alat, tetapi juga menekankan proses pembelajaran selama pengembangan sistem. “Melalui proyek ini, kami belajar bahwa apa yang kami harapkan dalam membuat dan mengembangkan sebuah alat tidak selalu sesuai dengan realita yang dihadapi. Terdapat banyak proses trial and error yang harus dilalui,” ujarnya.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Lampung tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kesiapan menghadapi tantangan dalam pengembangan teknologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Polinela juga berupaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab serta mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendukung dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

Tim Pengembang

Pengelolaan sampah organik melalui smart composting system berbasis IoT ini dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika Politeknik Negeri Lampung, yaitu:

  1. Abdul Hamid Awaluddin (Ketua Tim)
  2. Alvin Prawiranegara
  3. Rizky
  4. Zulham Dinarta
  5. A Ubaydil Asyhar
  6. Ahmad Alif
  7. Alif Jannis Ghifari
  8. Andika Pratama

(Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah