lognews.co.id, Bandar Lampung – Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menghadirkan karya inovatif melalui pengembangan Sistem Monitoring Ketinggian Air Sungai Berbasis Internet of Things (IoT). Inovasi ini menjadi implementasi keilmuan yang relevan dengan kebutuhan teknologi lingkungan serta mitigasi bencana banjir di masyarakat. (19/1/26)
Pengembangan sistem tersebut merupakan bagian dari penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) yang melibatkan kolaborasi mahasiswa lintas semester, khususnya mahasiswa semester awal dan semester menengah. Pendekatan ini mendorong pembelajaran berbasis kerja tim sekaligus memperkuat proses transfer pengetahuan dan keterampilan teknis.
Sistem monitoring dirancang untuk membaca perubahan ketinggian air sungai secara real time menggunakan sensor ultrasonik yang terhubung dengan mikrokontroler berbasis IoT. Sensor bekerja mendeteksi jarak permukaan air, kemudian data hasil pengukuran dikirim secara berkala untuk diproses dan dianalisis.
Data ketinggian air ditampilkan melalui aplikasi monitoring digital sehingga informasi berupa tinggi muka air, indikator kondisi siaga, hingga notifikasi peringatan dini dapat dipantau secara langsung. Pada tahap pengembangan dan pengujian, sistem ini dimanfaatkan sebagai media pembelajaran serta evaluasi teknis sebelum disesuaikan untuk kebutuhan implementasi yang lebih luas.
Pendekatan pembelajaran berbasis proyek menempatkan mahasiswa sebagai pelaku utama, mulai dari perumusan konsep, perancangan sistem, instalasi sensor, hingga pemrograman dan integrasi jaringan. Proses ini membantu mahasiswa memahami alur rekayasa sistem secara menyeluruh, baik dari sisi teori maupun praktik lapangan.
Kolaborasi lintas semester juga menjadi sarana pembentukan karakter kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan pemecahan masalah. Mahasiswa dituntut mampu mengidentifikasi kendala teknis selama pengembangan dan menyelesaikannya melalui pendekatan analitis.
Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep IoT dan sistem monitoring digital, tetapi juga menerapkannya sebagai kontribusi nyata dalam upaya mitigasi banjir di wilayah rawan luapan sungai. Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung tentang perancangan teknologi terapan yang memiliki nilai guna dan manfaat sosial.

Dosen pembimbing, Ir. Ayu Sintianingrum, S.T., M.T. berharap sistem monitoring ini dapat terus disempurnakan dan dikembangkan agar ke depan mampu menjadi bagian dari perangkat pendukung sistem peringatan dini banjir yang efektif. Upaya tersebut menjadi wujud kontribusi pendidikan vokasi dalam menghadirkan solusi teknologi terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.
Adapun tim pengembang sistem monitoring ketinggian air sungai berbasis IoT ini terdiri dari Remko Fadlilah Zaelani (Ketua Tim), Martin Lova Tama, Ridho Ariesza Fahlevi, Sasmita, Ulfa Nurfadilah, Athalah Aqsha, Billy Andara Saqi, Defran Dinnan Oktavian, Devin Aviza Royan, dan Gery Ardiansyah Prayoga. (Amri-untuk Indonesia)


