Friday, 30 January 2026

Pembelajaran IPAS Kelas 4 MI Ma’had Al Zaytun dalam Bingkai L-STEAMS: Meneliti Hujan, Menumbuhkan Kesadaran

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Oleh: Mochamad Iqbal Aulia, S.Sos. Kepala MI Ma'had Al Zaytun

lognews.co.id, Indonesia - Pelajar kelas 4 MI Ma’had Al Zaytun melaksanakan kegiatan penelitian sederhana tentang curah hujan sebagai bagian dari pembelajaran mata pelajaran IPAS. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan penuh, dengan fokus menghitung dan mencatat curah hujan yang turun dalam rentang waktu 24 jam setiap harinya. Penelitian ini dipandu langsung oleh guru IPAS kelas 4, Ustadzah Ai Nurlaela, S.Pd., sebagai bagian dari materi pembelajaran tentang cuaca, iklim, dan musim.

Dalam proses pembelajaran, pelajar dikenalkan bahwa iklim tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh berbagai unsur penting seperti suhu udara, kelembaban, curah hujan, tekanan udara, dan awan. Melalui pengamatan curah hujan, pelajar tidak hanya belajar mencatat data, tetapi juga mulai memahami hubungan sebab-akibat dalam sistem alam. Data yang dikumpulkan kemudian digunakan sebagai dasar prediksi sederhana, misalnya: apabila selama satu bulan intensitas hujan masih tinggi, maka kemungkinan besar bulan berikutnya masih berada pada musim hujan. Pendekatan ini menjadi pengenalan awal terhadap cara berpikir ilmiah dan prediktif sesuai usia pelajar.

lognews.co.id foto 5

Kegiatan ini mencerminkan implementasi nyata pendekatan L-STEAMS, khususnya pada aspek Science melalui pengamatan cuaca, Mathematics melalui pencatatan dan perhitungan data curah hujan, Technology melalui penggunaan alat ukur sederhana, serta Spiritual dan Law dalam bentuk kedisiplinan, kejujuran mencatat data, dan tanggung jawab terhadap tugas ilmiah. Pembelajaran tidak berhenti pada hafalan konsep, tetapi diarahkan pada pengalaman langsung yang bermakna.

 lognews.co.id foto 3

Secara capaian pembelajaran (CP), penelitian ini terhubung dengan materi siklus hidup makhluk hidup dan upaya pelestariannya, khususnya dalam konteks pelestarian sumber daya alam sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim. Pelajar diajak menyadari bahwa hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi bagian dari sistem kehidupan yang mempengaruhi tumbuhan, hewan, dan manusia. Dari sini tumbuh pemahaman awal bahwa menjaga keseimbangan alam adalah tanggung jawab bersama.

 WhatsApp Image 2026 01 21 at 15.44.43 1

Lebih jauh, kegiatan ini dirancang berkelanjutan dan akan disambungkan dengan materi di akhir bab, yaitu pahlawan di lingkungan sekitar. Pelajar akan diajak mengenal bahwa menjaga alam dapat dilakukan melalui tindakan sederhana seperti melestarikan lingkungan dan melakukan daur ulang, sebagai bentuk kepahlawanan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran IPAS tidak hanya berbicara tentang alam, tetapi juga tentang peran manusia dalam merawatnya.

Dalam bingkai Menanam Kesadaran, Menumbuhkan Kemanusiaan, penelitian curah hujan ini menumbuhkan tiga kesadaran utama. Kesadaran filosofis, ketika pelajar mulai bertanya mengapa hujan penting bagi kehidupan. Kesadaran ekologis sebagai aksentuasi utama ketika pelajar memahami keterkaitan antara cuaca, iklim, dan keberlangsungan makhluk hidup. Serta kesadaran sosial, ketika pelajar menyadari bahwa tindakan manusia hari ini akan berdampak pada lingkungan dan kehidupan bersama di masa depan.

Melalui penelitian sederhana ini, MI Ma’had Al Zaytun menegaskan bahwa pendidikan dasar bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses membentuk manusia sadar: sadar berpikir, sadar lingkungan, dan sadar peran kemanusiaannya. Dari mengamati hujan, pelajar belajar memahami kehidupan. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah