Oleh : Muhtar Fatwa
lognews.co.id, Indonesia - Geliat pembangunan Politeknik Tanah AIR tak pernah berhenti. Bahu membahu seluruh karyawan mengerahkan segala daya dan upayanya sejak pagi hingga sore yang dibersamai Pengawas Pembangunan.

Sabtu (30/1/2026) cuaca yang cerah di lingkungan Ma'had Al-Zaytun. Cerahnya hari secerah spirit karyawan untuk beberapa pengerjaan yang dapat dikerjakan mulai dari pemancangan paku bumi, pembobokan spun pile, pemindahan sub soil, serta penanaman dan pemeliharaan tanaman khususnya pohon kadu hideung.
Dalam filosofi urang sunda terdapat diksi sabilulungan, yang didasari nilai-nilai luhur silih asah silih asih silih asuh dan silih wawangi untuk merealisasikan manusia Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer.
Etos kerja dengan semangat sabilulungan akan membangkitkan kebersamaan dan gotong royong atau The spirit of cooperativeness dengan nilai-nllai luhur filosofi budaya Sunda yang meliputi silih asah memberi makna saling mencerdaskan (making smarter each other). Silih asih berarti saling mengasihi (loving each other), silih asuh adalah saling membimbing (guiding each other), dan silih wawangi yaitu saling memberikan dukungan (providing mutual support).

Bagi Karyawan dan Pengawas, sabilulungan dalam konteks silih asah silih asuh silih asih memiliki makna ikatan kekitaan (nahniyah: altruism) dan kebersamaan untuk meraih tujuan bersama, berat sama dipikul ringan sama dijinjing.
Maka spirit sabilulungan harus menjadi inner energy dahsyat bagi karyawan dan Pengawas dalam melaksanakan nilai-nilai Sapta Janji Darma Janji.
Semangat sabilulungan dalam hal cooperativeness dan colaborativeness harus menjadi ruh bagi setiap insan yang menjalankan setiap program di manapun ia menjalaninya.

Sabilulungan dalam perfektif Ajaran Ilahi
Dalam Al-Quran kata sabilulungan atau gotong royong ini disebutkan dengan kata ta’awun yang terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 2 :
"Dan tolong-menolonglah (ta'awun) kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaan-Nya".
Dalam perjalanan sejarah disebutkan para nabi menghimpun ummatnya untuk bekerjasama menciptakan peradaban kemanusian dengan gotong royong. Hal ini tercermin mulai dari Nabi Adam dan Siti Hawa gotong royong membangun dunia yang baru ditempatinya. Nabi Nuh membangun bahtera dengan ummatnya yang taat, Nabi Ibrahim dan keluarganya membangun Baitullah serta Nabi Muhammad dengan para Sahabatnya membangun masjid dan menggali kanal Madinah.
Peristiwa tersebut merupakan perwujudan bahwa perilaku sabilulungan adalah marwah bagi pembangunan peradaban abadi dari masa ke masa.

Sabilulungan dalam ajaran Bung Karno
Dalam pidatonya Presiden RI Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang disampaikan di Sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai di Jakarta, menyampaikan :
“Gotong Royong” adalah faham yang dinamis, lebih dinamis dari “kekeluargaan”, Saudara-saudara! Kekeluargaan adalah satu faham yang statis, tetapi gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota yang terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe. Marilah kita menyelesaikan karyo, gawe, pekerjaan, amal ini, bersama-sama! Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjoangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah gotong royong!"
Dasar gotong royong menurut Bung Karno adalah falsafah hidup dan jati diri bangsa Indonesia yang melampaui kerja sama teknis, dimaknai sebagai "pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama". Ini adalah intisari dari Pancasila menjadi Ekasila, yang menekankan solidaritas, kesetaraan sosial, dan amal untuk kepentingan bersama.
Lagu Sabilulungan ciptaan Koko Koswara lebih dikenal Mang Koko:
Sabilulungan, urang gotong-royong (Kerja sama, mari kita bergotong royong)
Sabilulungan, urang silih rojong (Kerja sama, mari kita saling mendukung)
Sabilulungan, genteng ulah potong (Kerja sama, genteng jangan patah)
Sabilulungan, persatuan tembong (Kerja sama, perlihatkan persatuan)
Tohaga, rohaka (Kuat, perkasa)
Rempug jukung ngabasmi pasalingsingan (Luluhkan akar untuk menghilangkan perselisihan)
Sabilulungan, hirup sauyunan (Kerja sama, hidup dalam kerukunan)
Sabilulungan, silih pikaheman (Kerja sama, saling menyayangi)
Sabilulungan, tulung tinulungan (Kerja sama, saling membantu)
Sabilulungan, kukuh persatuan (Kerjasama, persatuan yang kuat)
Santosa, samakta (Sentosa, Sejahtera)Teuneung ludeung ngajaring kawibawaan (Tenang berani menjaring kewibawaan)
Saihwan, safaham (Sejalan, Sepaham)
Nagri nanjung berkah sabilulungan (Negeri beruntung berkah sabilulungan).
Lagu yang sarat makna. Pesannya jentre tur eces. Persatuan, kebersamaan dan gotong royong, tidak terkecuali dalam pembangunan Politeknik Tanah AIR. (Amri-untuk Indonesia)
Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah



