Wednesday, 04 February 2026

Melampaui Bangku Sekolah: Cara PKBM Al Zaytun Menghidupkan Pembelajaran Mendalam bagi Warga Belajar Dewasa

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Giarto, S.Pd ( Tutor PKBM Al Zaytun)

lognews.co.id, Indonesia - Mungkinkah seseorang yang sudah terbiasa memimpin rumah tangga dan menakhodai kehidupan justru menemukan "kemerdekaan" saat kembali duduk di bangku sekolah? Bagaimana mungkin mereka yang sudah kenyang dengan asam garam dunia justru merasa "lapar" akan diskusi-diskusi teoritis di ruang kelas?

Di PKBM Al Zaytun, paradoks ini adalah kenyataan sehari-hari. Di sini, menjadi tua bukan berarti berhenti bertanya, dan menjadi dewasa justru menjadi modal utama untuk melakukan pembelajaran mendalam.

Ritual Nasionalisme: Membangun Jiwa Sebelum Raga

Sabtu, 31 Januari 2026, suasana di PKBM Al Zaytun tidak diawali dengan keheningan yang membosankan. Sebaliknya, udara pagi bergetar oleh lantunan lagu Indonesia Raya lengkap tiga stanza. Bagi warga belajar yang 95% sudah berkeluarga, nyanyian ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah penanaman karakter.

Setelah lagu kebangsaan, suasana khidmat berlanjut dengan Hymne dan Mars PKBM. Lirik yang berisi pesan semangat belajar dan berkarya menjadi pengingat bahwa usia hanyalah angka, sementara kesejahteraan masa depan adalah tujuan yang harus dikejar dengan ilmu.

 "Disiplin dan belajar adalah kunci," tegas Ustadz Khoerun, S.H., M.Pd., saat memberikan arahan. Pesan singkat namun padat ini menjadi jangkar bagi para warga belajar sebelum mereka memasuki "medan tempur" intelektual di kelas.

lognews 2 PKBM Eko Enzim

Bukan Sekadar Menulis, Tapi Menganalisis

Masuk ke ruang kelas, suasana formal berubah menjadi dinamis. Di bawah bimbingan Giarto, S.Pd., tutor Bahasa Indonesia, pembelajaran tidak lagi berjalan satu arah. Implementasi pembelajaran mendalam benar-benar ditekankan melalui dialog dan diskusi aktif.

Tema hari itu sangat relevan dengan peran mereka sebagai warga negara: "Diskusi Menanggapi Demokrasi."

- Dialog Aktif: Warga belajar tidak hanya menjadi pendengar pasif atau sekadar mencatat di buku tulis.

- Pemecahan Masalah: Mereka didorong untuk menemukan permasalahan nyata terkait demokrasi dan membahasnya berdasarkan kurikulum yang ada.

- Refleksi Diri: Di akhir sesi, tutor melakukan umpan balik untuk memastikan bahwa setiap wawasan yang didapat bukan sekadar mampir di telinga, tapi meresap ke dalam pemikiran.

Tantangan Menjadi Peluang

Mengajar kelas dewasa memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, bagi PKBM Al Zaytun, latar belakang warga belajar yang sudah matang secara usia justru menjadi katalisator. Pengalaman hidup mereka membuat diskusi mengenai demokrasi menjadi lebih berbobot dan kontekstual.

Pembelajaran di sini bukan lagi ritual yang membosankan, melainkan ruang bagi warga belajar untuk bertumbuh dalam wawasan, sikap, dan cara berpikir. Di sinilah "Deep Learning" menemukan bentuk aslinya: ketika ilmu bertemu dengan pengalaman hidup. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata  mata hanya untuk beribadah kepada Allah