Thursday, 12 February 2026

Kala Mahasiswa IAI Al- Azis Menjaga Senyum Balita

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Ikbal Hanafi (Mahasiswa KKN Desa Sukajati)

lognews.co.id, Indramayu – Langit di atas Desa Sukajati pagi itu, Senin, 9 Februari 2026, tampak kurang bersahabat. Awan mendung bergelayut rendah, disusul rintik hujan yang perlahan mulai membasahi halaman sebuah rumah di Blok Lebak Kayu. Namun, di rumah Ibu RT yang sederhana itu, suasana justru terasa hangat dan hidup.

Hari itu bukan sekadar hari Senin biasa bagi para mahasiswa KKN Institut Agama Islam (IAI) Al Azis. Dalam bingkai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mereka tidak hanya hadir untuk urusan pendidikan dan keagamaan, tetapi juga terjun langsung menyentuh aspek paling fundamental dalam masyarakat: kesehatan generasi masa depan.

lognews.co.id foto 66 iai timbangan anak

Lebih dari Sekadar Timbangan dan Angka

Di tengah kepungan rintik hujan, para ibu tetap datang menggendong buah hati mereka menuju Posyandu Alpuket. Kehadiran mahasiswa KKN Sukajati menjadi pemandangan segar yang menambah keceriaan. Dengan senyum ramah yang tak luntur, para mahasiswa ini membaur, membantu bidan dan kader desa mengelola alur pemeriksaan.

Teknis pelaksanaan dilakukan dengan telaten. Satu per satu balita ditimbang berat badannya, diukur tinggi badannya, hingga dipastikan lingkar kepalanya berada dalam batas normal. Tak jarang, tangis kecil pecah saat anak-anak merasa gugup, namun tangan lembut para mahasiswa dengan sigap menggenggam mereka, memberikan rasa aman agar pemeriksaan tetap berjalan lancar.

Tidak hanya fokus pada balita, para ibu hamil dan lansia pun mendapat perhatian serupa. Para mahasiswa turut membantu mengecek kadar gula darah para ibu, sebuah langkah preventif penting untuk memantau kesehatan masyarakat secara umum.

 Memupuk Kebersamaan dalam Pengabdian

"Kegiatan ini sangat penting untuk memantau tumbuh kembang anak-anak serta kesehatan kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui," ujar salah satu perwakilan mahasiswa di sela-sela kesibukannya. Bagi mereka, ini adalah bukti nyata bahwa pengabdian masyarakat bukan soal teori di bangku kuliah, melainkan aksi nyata di lapangan.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan medis usai, suasana formal berubah menjadi kekeluargaan. Acara ditutup dengan makan bersama antara mahasiswa dan ibu-ibu panitia Posyandu Alpuket. Di atas piring yang sama, obrolan mengalir hangat, meruntuhkan sekat antara akademisi dan warga.

lognews.co.id foto 64 iai foto bersama

Sesi foto bersama menjadi penutup manis hari itu. Di balik lensa kamera, terpancar wajah-wajah lelah namun puas. Meski hujan belum sepenuhnya reda, ada keyakinan yang tumbuh di Blok Lebak Kayu: bahwa melalui langkah kecil mahasiswa IAI Al Azis ini, masa depan kesehatan warga Sukajati sedang dirajut dengan penuh cinta. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah