Oleh: Hasnawati Imroni (Tutor PKBM Al-Zaytun)
INDRAMAYU, lognews.co.id – Ruang tamu kediaman Ibu Sri Wartini mendadak riuh rendah siang itu, Sabtu (27/6/2026). Gurat ragu dan malu sempat terpancar dari wajah Ibu Sidem, salah seorang warga yang hadir. Dengan suara lirih, ia memberanikan diri bertanya di tengah Sosialisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Zaytun bersama Paguyuban Istri Peduli (PIP) di Blok Balir/Salam.
"Bu, saya mau ikut sekolah tapi saya belum pernah sekolah sama sekali, apa tidak apa-apa? Apa persyaratannya?" tanyanya.
Pertanyaan polos namun sarat harapan itu langsung memecah suasana. Hasnawati Imroni, Tutor PKBM Al-Zaytun, menjawab dengan penuh semangat.
"Tidak apa-apa, Bu. Cukup kumpulkan KK dan KTP saja," ujarnya.
Keberanian Ibu Sidem pun memicu semangat warga lainnya. Dari sudut ruangan, Ibu Hadiyatun langsung menyahut, "Saya juga mau, Bu. Daftar!" Siang itu menjadi awal dari dua kisah baru tentang perjuangan meraih pendidikan yang sempat tertunda.
Belajar Tanpa Mengenal Usia
Acara yang dipandu Ibu Nuryati sebagai pembawa acara dibuka dengan istigasah dan doa bersama yang dipimpin Ibu Lilis. Sekitar 25 ibu-ibu warga Balir/Salam mengikuti kegiatan dengan antusias dan menyimak setiap materi yang disampaikan.
Dalam pemaparannya, Hasnawati menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap orang dan tidak mengenal batas usia. PKBM Al-Zaytun hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang belum sempat menuntaskan pendidikan, baik di jenjang Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), maupun Paket C (setara SMA).
Beberapa keunggulan PKBM Al-Zaytun yang disampaikan kepada peserta antara lain:
- Terakreditasi A+, dengan standar mutu pembelajaran yang tinggi.
- Didukung tutor berkualitas, mulai dari lulusan S1, S2, hingga pembimbing bergelar doktor.
- Sistem pembelajaran fleksibel, hanya satu kali per minggu, dengan biaya yang terjangkau.
- Memiliki berbagai prestasi di tingkat kabupaten hingga nasional.
"Belajar itu tidak mengenal usia. Jadi, tidak usah malu atau sungkan untuk melanjutkan pendidikan yang belum selesai," kata Hasnawati.
Sekolah yang Menyenangkan dan Mengubah Diri
Untuk memberikan gambaran nyata kepada warga, panitia menghadirkan testimoni dari Muhiroh, Warga Belajar Paket C PKBM Al-Zaytun yang masih aktif.
Menurutnya, proses belajar di PKBM Al-Zaytun berlangsung menyenangkan dan penuh kebersamaan.
"Selama belajar itu menyenangkan sekali, banyak hiburannya dan banyak teman. Waktu istirahat kami bisa makan bersama sehingga bisa menghilangkan kepenatan di rumah. Bonusnya, sekarang saya jadi berani berbicara di depan banyak orang," ungkap Muhiroh.
Motivasi juga datang dari Pujiati, alumni Paket C PKBM Al-Zaytun, yang mengajak para ibu agar tidak ragu melanjutkan pendidikan.
"Sekolah itu enak dan menyenangkan. Ayo segera daftar biar kita tidak tertinggal dengan ibu-ibu lainnya," ajaknya.
Kolaborasi Seni dan Pembekalan Rohani
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas pendidikan formal. PKBM Al-Zaytun juga merancang kolaborasi bersama anggota PIP melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti bazar dan pertunjukan seni musik angklung yang akan melibatkan para Warga Belajar.
Selain itu, pembinaan spiritual juga menjadi bagian penting dalam program. Pada kesempatan yang sama, Ibu Rohayati menyampaikan materi pendidikan kerohanian mengenai praktik pemulasaran jenazah. Program tersebut telah dimulai sejak 24 Juni 2026 di kediaman Ibu Rohayati di Gantar dengan melibatkan dua orang perwakilan dari setiap blok.
Menjelang pukul 16.00 WIB, Ibu Nuryati menutup kegiatan dengan merangkum seluruh materi yang telah disampaikan. Acara kemudian diakhiri dengan hamdalah bersama.
Sore itu, ibu-ibu Blok Balir tidak hanya pulang membawa informasi mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan, tetapi juga membawa harapan baru. Mereka semakin yakin bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar, berkembang, dan menjadi pribadi yang lebih berdaya.



