Ketika Budaya Tidak Lagi Sekadar Materi Kuliah
Indramayu, lognews.co.id - Bagi saya, kuliah bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, mengikuti perkuliahan, dan memperoleh nilai. Kuliah juga menjadi ruang untuk belajar melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Salah satu pengalaman yang memberi kesan dalam perjalanan akademik saya di Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI Al-AZIS) adalah ketika mempelajari Studi Budaya. Pada awalnya, saya memandang budaya sebagai sesuatu yang dekat dengan tradisi, kebiasaan masyarakat, seni, bahasa, dan berbagai kegiatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, semakin dipelajari, saya menyadari bahwa budaya jauh lebih luas daripada sekadar tradisi.
Studi Budaya membuat saya memahami bahwa kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosial dan budaya tempat seseorang tumbuh. Apa yang kita anggap biasa belum tentu dianggap biasa oleh orang lain. Perbedaan tersebut bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar memahami satu sama lain.
Belajar Melihat Keragaman
Perkuliahan Studi Budaya mengajarkan saya bahwa setiap masyarakat memiliki cara sendiri dalam memahami kehidupan. Perbedaan bahasa, kebiasaan, tradisi, cara berinteraksi, hingga cara memaknai suatu peristiwa merupakan bagian dari kekayaan budaya. Dari sini saya belajar bahwa perbedaan tidak selalu harus dipandang sebagai jarak. Justru, perbedaan dapat menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan memahami.
Di lingkungan kampus, saya bertemu dengan orang-orang yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam. Interaksi tersebut membuat pembelajaran tentang budaya terasa lebih nyata. Apa yang dibahas di ruang kelas dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Saya belajar bahwa menghargai budaya tidak cukup hanya dengan mengetahui namanya atau memahami teorinya, tetapi juga dengan membiasakan diri bersikap terbuka, menghormati perbedaan, dan tidak mudah memberikan penilaian terhadap kebiasaan orang lain.
Dari Ruang Kelas ke Kehidupan Sehari-hari
Salah satu hal penting yang saya rasakan adalah perubahan cara pandang. Studi Budaya membuat saya lebih peka terhadap hal-hal sederhana yang sebelumnya mungkin saya anggap biasa. Cara seseorang berbicara, bekerja sama, menghormati orang yang lebih tua, menjaga hubungan dengan lingkungan, hingga melaksanakan tradisi tertentu ternyata memiliki nilai dan makna yang tidak selalu terlihat secara langsung.
Pembelajaran tersebut juga membuat saya memahami bahwa budaya terus berkembang. Budaya bukan sesuatu yang selalu berhenti pada bentuk lama. Perubahan zaman, teknologi, pendidikan, dan interaksi antarmasyarakat dapat memengaruhi cara manusia menjalankan dan memaknai budaya. Karena itu, menjaga budaya bukan berarti menolak perubahan, melainkan memahami nilai-nilai baik yang ada di dalamnya dan meneruskannya secara bijaksana sesuai perkembangan zaman.
IAI Al-AZIS sebagai Ruang Belajar
Pengalaman mempelajari Studi Budaya di IAI Al-AZIS menjadi bagian dari proses saya dalam membangun cara berpikir yang lebih terbuka. Lingkungan pendidikan memberikan kesempatan bagi saya untuk tidak hanya memahami pengetahuan secara teoritis, tetapi juga menghubungkannya dengan kehidupan sosial. Bagi saya, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membuat seseorang semakin mampu memahami dirinya, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya.
Kuliah juga mengajarkan saya bahwa pengetahuan memiliki nilai ketika dapat membentuk sikap. Pengetahuan tentang budaya, misalnya, dapat menjadi dasar untuk membangun sikap saling menghargai. Dari pengalaman tersebut, saya semakin memahami pentingnya menjadi mahasiswa yang tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga berusaha memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
Pelajaran yang Saya Rasakan
Ada satu pelajaran yang paling saya rasakan dari pengalaman kuliah Studi Budaya: memahami orang lain membutuhkan kemauan untuk mendengar dan melihat dari sudut pandang yang berbeda. Tidak semua hal harus sama agar dapat berjalan berdampingan. Justru keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika disertai sikap saling menghormati.
Pengalaman ini juga membuat saya semakin menyadari bahwa budaya memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan manusia. Budaya membentuk cara kita berkomunikasi, bekerja sama, menghargai sesama, dan memahami lingkungan. Karena itu, mempelajari budaya pada akhirnya bukan hanya mempelajari masyarakat lain, tetapi juga belajar mengenal diri sendiri sebagai bagian dari masyarakat.
Penutup: Kuliah yang Mengubah Cara Pandang
Bagi saya, pengalaman kuliah Studi Budaya di IAI Al-AZIS bukan sekadar perjalanan menyelesaikan satu mata kuliah. Ia menjadi pengalaman yang memperluas cara pandang dan mengajarkan saya untuk lebih menghargai keberagaman. Dari ruang kelas, saya belajar melihat kehidupan dengan perspektif yang lebih luas; dari lingkungan kampus, saya belajar bahwa perbedaan dapat menjadi ruang untuk saling memahami.
Saya percaya bahwa pengalaman belajar akan terus memiliki arti ketika pengetahuan yang diperoleh dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari. Studi Budaya mengajarkan saya untuk lebih terbuka, menghargai perbedaan, dan melihat keberagaman sebagai bagian penting dari kehidupan. Inilah salah satu pengalaman kuliah yang ingin saya simpan sebagai bekal, bukan hanya untuk perjalanan akademik, tetapi juga untuk menjadi pribadi yang lebih mampu memahami dan menghargai kehidupan di tengah masyarakat yang beragam. (Oleh: Syafira Nur Sholehah)



