INDRAMAYU, lognews.co.id – Pelajar Al Zaytun Angkatan 23 Mahad Al Zaytun yang dikenal dengan nama Gentures menggelar Selamatan Angkatan bertema Turn Back Time of Gentures di Mini Zeteso Lantai 5, Gedung Ali, Mahad Al Zaytun, Ahad (20/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momen untuk mengenang perjalanan enam tahun pendidikan sekaligus penutup masa belajar mereka sebelum memasuki jenjang kelulusan.
Sejak sore hari, acara diisi berbagai penampilan seni, kejutan yang dipersiapkan panitia, hingga kebersamaan bersama dewan guru dan wali kelas. Suasana penuh haru dan tawa mewarnai kegiatan yang menjadi agenda tahunan bagi angkatan pelajar tingkat akhir di Mahad Al Zaytun.
Wakil Ketua Panitia Selamatan Angkatan, Hafiz Azhar, mengatakan tema Turn Back Time of Gentures dipilih karena seluruh pelajar kini berada di penghujung perjalanan pendidikan.
"Kita di sini sudah di jenjang akhir, yaitu kelas 12. Kita butuh juga yang namanya nostalgia supaya kita ingat masa lalu-masa lalu angkatan kita, tawa dan sedih angkatan kita di awal sampai di tahap ini kita ulang di acara pada hari ini," ujar Hafiz Azhar.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut bukan hanya mengingat masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat agar seluruh pelajar tetap memiliki tujuan untuk masa depan.
"Selain kita harus mengingat masa lalu-masa lalu Gentures, kenangan-kenangan yang dihadapi oleh Gentures, kita juga tidak lupa untuk mengingat masa yang akan datang, yaitu masa hadapan. Walaupun kita mengingat masa lalu, kita tidak lupa untuk mengejar apa yang harus kita dapat."
Ketua MPK Angkatan 23 Gentures, Muhammad Farhan Alhuda, menyebut Selamatan Angkatan menjadi kesempatan bagi seluruh pelajar untuk kembali merasakan perjalanan yang telah mereka lalui bersama sejak kelas VII.
"Hari ini kami kembali mengingat angkatan kami, pengalaman-pengalaman yang sudah pernah kami jalankan, pengalaman baik, pengalaman yang kurang baik, pengalaman yang sedikit menjengkelkan, dan berbagai emosi lain yang cukup membuat angkatan saya kembali merasakan nostalgia."
Farhan berharap kebersamaan yang dibangun selama enam tahun di Mahad Al Zaytun tetap terjaga meskipun seluruh pelajar nantinya telah menjadi alumni dan melanjutkan perjalanan di tempat yang berbeda.
(Saheel untuk Indonesia)



