INDRAMAYU, lognews.co.id - Keinginan melanjutkan pendidikan ke bidang Teknik Perkapalan mendorong Arham Bil Ikrom, pelajar kelas 12 Ma'had Al-Zaytun yang mengikuti ekstrakurikuler Perkapalan, untuk memanfaatkan pengalaman praktik selama menempuh pendidikan di bangku sekolah menengah.
Arham menilai keterampilan fabrikasi dan teknik pengelasan yang dipelajarinya menjadi bekal awal untuk menghadapi pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya pada bidang teknik dan vokasi.
Pengalaman tersebut diperolehnya melalui praktikum fabrikasi yang dilaksanakan pada 12 September 2026. Bersama rekan-rekannya, Arham mengerjakan pembuatan teralis pengaman jendela yang direncanakan untuk digunakan di rumah susun mahasiswa.
Praktikum Pengelasan sebagai Bekal Melanjutkan Pendidikan
Bagi Arham, kegiatan praktikum fabrikasi memberikan kesempatan untuk mengenal proses pengerjaan material logam secara langsung. Para pelajar tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan penggunaan peralatan dan teknik pengelasan dalam menghasilkan sebuah produk.
Dalam kegiatan tersebut, mereka menggunakan besi ukuran 8 dengan jarak grip sekitar 15 sentimeter. Proses pengerjaan juga melibatkan mesin las dan kawat las sebagai bagian dari praktik penyambungan material.
Selain memperhatikan fungsi keamanan, para pelajar membentuk pola teralis menyerupai belah ketupat untuk menghasilkan tampilan yang lebih menarik. Proses tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari ketelitian dalam pengerjaan fabrikasi.
Arham menilai pengalaman tersebut relevan dengan bidang teknik perkapalan yang ingin ditekuninya setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.
"Saya ingin mengambil Teknik Perkapalan, disertai dengan enginering-nya. Hal ini memudahkan saya untuk beradaptasi kepada pembelajaran-pembelajaran nanti di bidang teknik ataupun vokasi," ujar Arham.
Keterampilan Pengelasan dan Relevansinya dengan Dunia Industri
Selain menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan, keterampilan pengelasan juga membuka pemahaman Arham mengenai penerapan teknik fabrikasi di berbagai sektor industri.
Menurutnya, kemampuan mengolah dan menyambungkan material logam dapat digunakan dalam pekerjaan konstruksi bangunan, industri minyak dan gas bumi (migas), serta fabrikasi baja.
"Teknik pengelasan ini kami pelajari supaya kami juga siap untuk bekerja di bidang industri, baik itu di konstruksi pembangunan maupun di bidang migas dan fabrikasi baja untuk membuat segala macam kerangka ataupun peralatan-peralatan yang menggunakan besi," katanya.
Melalui praktik tersebut, Arham dan rekan-rekannya memperoleh pengalaman dalam menggunakan peralatan pengelasan serta memahami tahapan pengerjaan produk berbahan logam.
Keterampilan itu juga memiliki keterkaitan dengan bidang perkapalan, yang menggunakan material logam dalam berbagai pekerjaan konstruksi. Pengalaman praktik sejak SMA diharapkan dapat menjadi fondasi awal bagi Arham untuk mendalami ilmu teknik secara lebih lanjut.
Dukungan Fasilitas untuk Mengembangkan Keterampilan Pelajar
Arham mengaku bersyukur memperoleh kesempatan mempelajari teknik pengelasan melalui fasilitas yang tersedia bagi tim Perkapalan Ma'had Al-Zaytun.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Syaykh Al-Zaytun atas dukungan fasilitas pembelajaran yang memungkinkan para pelajar mendapatkan pengalaman praktik di bidang fabrikasi dan pengelasan.
"Alhamdulillah saya sangat berterima kasih kepada Syaykh Al-Zaytun yang telah memberikan fasilitas kepada kami tim perkapalan dalam mempelajari teknik pengelasan," tuturnya.
Bagi Arham, kesempatan belajar melalui praktik menjadi bagian penting dalam mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan minat dan rencana pendidikan masa depannya.
Pengalaman tersebut juga memberinya kesempatan untuk mengenali proses kerja yang dapat dijumpai dalam bidang teknik, sehingga ia memiliki gambaran awal sebelum memasuki pendidikan tinggi.
Menyiapkan Langkah Menuju Teknik Perkapalan
Arham berharap pengalaman yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di Ma'had Al-Zaytun dapat menjadi fondasi untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Ia ingin memanfaatkan keterampilan tersebut untuk mendukung proses belajar di perguruan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
"Saya sangat beruntung dapat mempelajari hal-hal seperti ini sejak SMA, yang mana ini mampu menjadikan langkah saya lebih kuat untuk ke jenjang berikutnya, baik itu di perkuliahan maupun di pekerjaan," ujarnya.
Pengalaman Arham menunjukkan bagaimana pembelajaran berbasis praktik dapat memberikan ruang bagi pelajar untuk mengenali minat, mengembangkan keterampilan teknis, dan mempersiapkan rencana pendidikan lanjutan.
Bagi dirinya, praktikum pengelasan bukan sekadar menyelesaikan tugas sekolah, melainkan bagian dari persiapan menuju cita-cita di bidang Teknik Perkapalan.

