INDRAMAYU, lognews.co.id – Ma’had Al-Zaytun melalui Kementerian Olahraga dan Seni (Kemensora) OPMAZ menggelar Al-Zaytun Champions League (ACL) 2026 sebagai wadah pengembangan bakat dan potensi atlet pelajar. Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (12/10/2026) di Palagan Agung, Kampus Ma’had Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, dengan melibatkan peserta dari kelas VII hingga XII yang akan bertanding dalam sepuluh cabang olahraga.
Mendorong Pelajar Berani Menunjukkan Kemampuan
Menteri Kemensora OPMAZ, Cinta Kenia Al-Mukti, mengatakan bahwa ACL dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para pelajar dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, setiap pelajar mempunyai karakteristik berbeda, termasuk dalam hal keberanian menunjukkan potensi di hadapan orang lain.
“Pesan saya pertama, karena memang sebelumnya untuk membuat acara Al-Zaytun Champions League ini, tentu kami ingin mengembangkan bakat dari para pelajar. Karena setiap orang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, ada yang berani untuk show up dan ada yang belum berani,” ujar Cinta.
Ia menegaskan bahwa kompetisi tersebut diharapkan dapat membantu para pelajar mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperoleh pengalaman dalam menghadapi persaingan.
“Maka dari itu, kami membuat acara Al-Zaytun Champions League ini juga untuk mendukung bakat-bakat atlet-atlet baru untuk generasi selanjutnya,” lanjutnya.
Menurut Cinta, kesempatan mengikuti pertandingan dapat menjadi salah satu proses bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Sepuluh Cabang Olahraga Jadi Sarana Pembinaan
ACL 2026 menghadirkan sepuluh cabang olahraga, meliputi futsal, sepak bola, hoki, bola basket, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, atletik, dan karate.
Peserta berasal dari Madrasah Tsanawiyah kelas VII, VIII, dan IX serta Madrasah Aliyah kelas X, XI, dan XII. Keberagaman jenjang peserta membuka kesempatan bagi pelajar untuk memperoleh pengalaman bertanding dengan peserta dari tingkat kelas yang berbeda.
Selain kemampuan teknis, kompetisi ini juga dapat menjadi sarana pembelajaran mengenai disiplin, kerja sama, pengendalian diri, serta sikap menghargai lawan.
Membangun Generasi Atlet yang Berkarakter
Pengembangan atlet pelajar tidak hanya berkaitan dengan pencapaian hasil pertandingan. Proses latihan, kesiapan menghadapi lawan, dan kemampuan mengelola tekanan juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter olahraga.
Melalui ACL, pelajar diharapkan memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan sekaligus memahami pentingnya usaha dan konsistensi dalam meraih prestasi.
Rangkaian pertandingan ACL 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 13 Oktober hingga 8 November 2026. Adapun penutupan dan pembagian hadiah direncanakan pada 15 November 2026.
Penyelenggaraan kompetisi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk mendorong munculnya atlet-atlet pelajar yang memiliki kemampuan, rasa percaya diri, dan semangat berkompetisi secara sehat. (Saheel untuk Indonesia)




