kaprodi UGJ Apresiasi Mahasiswa Al-Zaytun, Dorong Pertanian Berkelanjutan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 

LEMBANG, lognews.co.id – Upaya pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian melalui pendidikan pascasarjana menjadi salah satu langkah penting dalam membangun pertanian berkelanjutan. Hal tersebut tercermin dari keterlibatan mahasiswa penerima beasiswa dari Al-Zaytun dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanaman Sayuran di BRMP Tanaman Sayuran, Lembang.

Kaprodi Agronomi Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Dr. Dodi Budirohman, mengapresiasi upaya Al-Zaytun yang memberikan kesempatan kepada para guru dan unsur lainnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, khususnya di bidang agronomi.

Menurut Dodi, pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk membangun sistem pertanian yang produktif sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan.

Hal itu disampaikan Dodi dalam podcast Lognews Media bersama pewawancara Dynasti, S.I.Kom, di lokasi Bimtek Tanaman Sayuran, BRMP Tanaman Sayuran, Lembang, pada Kamis (22/10/2026).

Dalam wawancara tersebut, Dodi menyampaikan bahwa arah pengembangan pertanian di Al-Zaytun mulai menunjukkan perhatian terhadap konsep pertanian berkelanjutan atau sustainable agriculture.

“Saya juga pernah berkunjung ke Al-Zaytun. Kalau saya melihat, arah pengembangan di sana sudah mengarah pada sustainable agriculture, atau pertanian berkelanjutan,” ujar Dodi.

Ia menilai pendekatan tersebut sejalan dengan orientasi pengembangan ilmu agronomi yang tidak hanya mengejar hasil produksi, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan lingkungan dan sumber daya pertanian.

Dodi juga melihat adanya perhatian terhadap pendidikan pascasarjana bagi para guru dan pegawai Al-Zaytun. Kesempatan tersebut dinilai dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam memahami dan mengembangkan praktik pertanian secara ilmiah.

Menurutnya, pendidikan agronomi dapat menjadi bekal untuk mengembangkan gagasan, melakukan penelitian, dan menerapkan inovasi sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.

Keterlibatan mahasiswa Al-Zaytun dalam Bimtek Tanaman Sayuran juga menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan melalui pembelajaran langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai praktik budidaya dan hasil riset yang dikembangkan oleh BRMP.

Dodi berharap pengalaman tersebut dapat mendorong mahasiswa menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan dalam pengembangan pertanian di daerah masing-masing.

“Saya berharap kegiatan Bimtek ini dapat menjadi motivasi sekaligus membuka wawasan baru bagi para mahasiswa,” katanya.

Ia menegaskan, pengembangan pertanian perlu diarahkan pada praktik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan agar produksi pangan dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Melalui pendidikan, penelitian, dan penerapan ilmu di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan pertanian Indonesia yang lebih berkelanjutan. (Saheel untuk Indonesia)