INDRAMAYU, lognews.co.id - Pengenalan seni budaya kepada anak-anak dapat dilakukan melalui pengalaman langsung, termasuk dengan mempelajari dan menampilkan tarian tradisional. Upaya tersebut mendapat ruang dalam kegiatan BINTANG (Bina Talenta Seni dan Olahraga) MI Al-Zaytun yang digelar di Gedung Asrama Persahabatan, Kampus Ma'had Al-Zaytun, Sabtu (24/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, pelajar kelas I, II, dan III MI Al-Zaytun menampilkan beragam pertunjukan tari tradisional dan modern. Kehadiran kedua jenis tarian tersebut memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal bentuk-bentuk ekspresi seni yang berbeda.
Panitia BINTANG MI Al-Zaytun, Murshidah Latifah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menemukan dan mengembangkan potensi pelajar di bidang seni tari sejak dini.
“Tujuannya dalam kegiatan ini, khususnya untuk cabang tari tradisional dan modern, untuk mencari bibit-bibit baru dari anak-anak ini, mana yang berpotensi untuk melanjutkan gerak tari,” ujar Murshidah.
Persiapan pertunjukan dilakukan melalui pembagian kelompok berdasarkan kamar. Para pelajar kemudian berkolaborasi dengan pembimbing untuk menentukan jenis tarian tradisional maupun modern yang akan ditampilkan.
Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran seni yang memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengenal gerak tari, berlatih bersama, serta mempersiapkan penampilan secara bertahap hingga hari pelaksanaan.
Kehadiran tari tradisional dalam kegiatan ini menjadi penting karena pengenalan budaya kepada anak-anak dapat dimulai melalui keterlibatan langsung dalam praktik seni. Dengan mempelajari gerak dan menampilkan tarian, pelajar berkesempatan mengenal seni sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya yang hidup di masyarakat.
Sementara itu, tari modern memberikan ruang bagi pelajar untuk mengeksplorasi gerakan dan kreativitas sesuai dengan materi yang dipersiapkan bersama pembimbing. Perpaduan kedua jenis tarian tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kreativitas dapat berjalan berdampingan dengan pengenalan seni tradisional.
Murshidah mengapresiasi penampilan para pelajar yang merupakan hasil dari latihan sebelumnya. Ia berharap anak-anak tetap bersemangat untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka dalam berbagai cabang kegiatan.
Kegiatan tersebut juga disaksikan oleh para wali pelajar yang hadir untuk memberikan dukungan kepada anak-anak mereka. Penampilan di hadapan penonton menjadi kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus memperoleh apresiasi atas usaha yang telah dilakukan.
Ke depan, hasil pembinaan dalam BINTANG direncanakan dapat ditampilkan kembali pada acara puncak BINTANG MI Al-Zaytun pada semester berikutnya. Rencana tersebut membuka kesempatan bagi pelajar untuk terus mengasah kemampuan seni dan mempersiapkan penampilan yang lebih matang.
Melalui kegiatan BINTANG, pengembangan bakat seni tidak hanya diarahkan pada kemampuan tampil di atas panggung, tetapi juga dapat menjadi sarana pengenalan budaya dan pembiasaan berlatih sejak usia dini. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pelajar diharapkan dapat terus mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal kekayaan seni tradisional. (Saheel untuk Indonesia)



