lognews.co.id, Jakarta – Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, disebut berpotensi memanggil 12 pemain naturalisasi era kepelatihan Shin Tae-yong untuk agenda FIFA Series 2026. Informasi ini beredar di sejumlah laporan media olahraga dan masih bersifat prediksi karena daftar resmi pemain belum diumumkan federasi.
Daftar Pemain Naturalisasi Era Shin Tae-yong
Pada periode kepelatihan Shin Tae-yong (2020–2025), tercatat sedikitnya 18 pemain menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), antara lain:
- Marc Klok
- Jordi Amat
- Sandy Walsh
- Ivar Jenner
- Justin Hubner
- Nathan Tjoe-A-On
- Jay Idzes
- Ragnar Oratmangoen
- Calvin Verdonk
- Maarten Paes
- Eliano Reijnders
- Kevin Diks
- Mees Hilgers
- Elkan Baggott
- Thom Haye
- Rafael Struick
- Shayne Pattynama
- Jens Raven
Enam Nama Diprediksi Absen
Dari 18 nama tersebut, enam pemain diperkirakan tidak masuk skuad FIFA Series 2026 karena faktor kebugaran, menit bermain, maupun sanksi, yakni:
- Elkan Baggott
- Thom Haye
- Rafael Struick
- Shayne Pattynama
- Mees Hilgers
- Jens Raven
Beberapa alasan yang beredar antara lain minimnya menit bermain di klub, proses pemulihan cedera, hingga potensi sanksi disiplin pada laga internasional sebelumnya. Namun seluruhnya masih bersifat spekulatif sampai ada pengumuman resmi.
Pemain yang Dinilai Tampil Konsisten
Di sisi lain, 12 pemain lain disebut memiliki peluang lebih besar karena performa klub yang relatif stabil. Nama seperti Nathan Tjoe-A-On dan Kevin Diks kerap disorot berkat kontribusi reguler di kompetisi domestik Eropa. Konsistensi menit bermain dinilai menjadi faktor utama dalam pertimbangan pemanggilan.
Jadwal FIFA Series 2026
Timnas Indonesia dijadwalkan mengikuti FIFA Series pada 23–31 Maret 2026. Berdasarkan jadwal yang beredar:
- 27 Maret 2026: Indonesia vs Saint Kitts and Nevis
- 31 Maret 2026: Indonesia vs salah satu dari Bulgaria atau Kepulauan Solomon
Meski demikian, daftar pemain final dan konfirmasi lawan masih menunggu pengumuman resmi federasi. Informasi yang beredar saat ini lebih bersifat prediktif ketimbang keputusan final. (Amri-untuk Indonesia)


