Penulis : Rizal Eka Sumadya, M.Pd
lognews.co.id, Indonesia - Di tanah Mahad Al Zaytun, sebuah visi besar sedang dipancangkan. Bukan sekadar deretan pohon, melainkan sebuah simfoni pendidikan dan ekonomi yang termanifestasi dalam penanaman 32.000 batang Durian Hitam (Black Thorn). Di tengah ketidakpastian global, proyek ini adalah jawaban konkret mengenai kedaulatan pangan. Namun, di balik kemegahan angka tersebut, terdapat satu elemen kunci yang menjadi titik awal segalanya: Ajir.

Ajir bukan sebatas batang bambu penopang
Dalam proyek ini, pemasangan ajir bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan laboratorium hidup dalam konsep LSTEAMS. Pelaku didik tidak hanya sekedar menancapkan bambu, mereka sedang mempraktikkan ilmu pengetahuan yang terpadu:
- Science & Engineering: pemahaman biologi pertumbuhan durian dan teknik rekayasa struktur agar ajir mampu menopang bibit dari terpaan angin dan hujan.
- Mathematics: Menghitung presisi jarak tanam dan kemiringan ajir untuk 32.000 lubang tanam memerlukan akurasi matematis demi efisiensi lahan.
- Technology: Penggunaan sistem irigasi modern dan monitoring pertumbuhan berbasis data yang terhubung dengan tiang penyangga tersebut.
- Arts & Social-spirituality: Estetika kerapihan barisan ajir (Art) yang berpadu dengan semangat kerja sama (Social-spirituality) dalam merawat makhluk hidup sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta.

Durian Hitam: Emas Hijau dengan Nilai Ekonomi Tinggi
Mengapa Durian Hitam? Secara ekonomi pendidikan, pemilihan varietas adalah keputusan strategis. Durian Hitam dikenal sebagai "Raja dari Segala Raja Durian". Teksturnya yang sangat lembut, warnanya yang kuning jingga pekat, serta cita rasa manis-pahit yang kompleks dengan aroma yang memikat, membuatnya dihargai sangat tinggi di pasar internasional.
Dengan harga jual yang jauh melampaui varietas biasa, 32.000 batang ini adalah aset ekonomi yang luar biasa. Ini adalah pengajaran nyata bagi seluruh civitas Al Zaytun bahwa ekonomi masa depan harus berbasis pada kualitas unggul dan nilai tambah. Memilih Durian Hitam adalah bentuk kesadaran untuk tidak menjadi rata-rata, melainkan menjadi yang terbaik di bidangnya.
Filosofi Ajir: Sinergi Pendidik dan Pelajar
Ajir adalah representasi dari peran Pimpinan dan Guru. Sebagaimana ajir membimbing bibit durian agar tumbuh tegak lurus ke atas, pimpinan dan guru memberikan kerangka nilai dan ilmu. Tanpa ajir, bibit durian hitam yang mahal sekalipun akan tumbuh merunduk dan rentan patah.
Namun, ajir tidak selamanya ada. Kelak, ketika pohon durian sudah memiliki batang yang kokoh dan akar yang menghunjam dalam, ajir akan dilepas. Begitu pula pendidikan; tugas guru dan pimpinan adalah membentuk kemandirian pelajar. Saat para proses merawat pohon-pohon ini, kita sebenarnya sedang merawat masa depan kita sendiri. Semangat kebersamaan dalam menjaga pohon-pohon ini adalah praktik "Ekonomi Bersama" di mana kesejahteraan satu orang adalah kesejahteraan semua.
Menanam Kesadaran, Menumbuhkan Kemanusiaan
Proyek ini adalah perwujudan dari tajuk "Menanam Kesadaran, Menumbuhkan Kemanusiaan".
- Menanam Kesadaran: Menyadari bahwa setiap tindakan waalaupun terlihat kecil, mengikat batang durian ke ajir adalah kontribusi bagi ketahanan bangsa. Ini adalah kesadaran ekologis dan ekonomi yang menyatu.
- Menumbuhkan Kemanusiaan: Melalui kerja keras kolektif, kita belajar bahwa memuliakan alam adalah cara terbaik untuk memuliakan manusia. Hasil dari pohon-pohon ini nantinya akan menjadi sumber kekuatan untuk menghidupi pendidikan, membangun fasilitas, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Setiap ajir yang tertancap di Al Zaytun adalah sebuah janji. Janji bahwa pendidikan tidak boleh lepas dari realitas ekonomi, dan ekonomi tidak boleh lepas dari nilai-nilai kemanusiaan. Saat durian hitam ini panen kelak, dunia tidak hanya akan mencicipi buah yang luar biasa rasanya, tetapi juga akan melihat buah dari sistem pendidikan yang mampu membuat pelajarnya berdiri tegak, sekokoh pohon durian yang dijaganya sejak belia. (Amri-untuk Indonesia)
'Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah'


