Oleh : Budiyanto, MM. (Sekretaris MPAP)
lognews.co.id - Bagi pelajar dan orang tua, tabungan bukan sekadar catatan keuangan, melainkan wujud kepercayaan dan rasa aman. Kesadaran itulah yang mendorong Al-Zaytun terus membenahi sistem pengelolaan tabungan pelajar. Upaya tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Tim Tabungan MPAP dan Tim IT Al-Zaytun bersama pakar teknologi informasi, Dr. Irvan Iswandi, M.T., yang digelar pada Jumat, 2 Januari 2026, membahas penyempurnaan aplikasi tabungan pelajar berbasis web.
Dalam pertemuan tersebut, Ust. Teguh Sulistiono dan Ustdh. Lu’lu Adninnafiah memaparkan secara komprehensif fitur-fitur utama aplikasi yang digagas dan dikembangkan oleh Tim Alumni IKAMAZ. Aplikasi ini dirancang untuk mengelola tabungan pelajar secara terintegrasi, sekaligus mendukung implementasi transaksi non-tunai (cashless) di lingkungan pendidikan secara bertahap dan terukur.
Tidak berhenti pada pemaparan konsep, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan aplikasi. Simulasi mencakup proses entri data pelajar, pencatatan saldo tabungan baik melalui setoran tunai maupun transfer, hingga simulasi pemanfaatan tabungan untuk transaksi cashless di berbagai sarana umum. Alur ini memperlihatkan bagaimana sistem bekerja dari hulu ke hilir, sekaligus menjadi sarana uji coba sebelum diterapkan secara lebih luas.
Salah satu fitur yang mendapat perhatian khusus adalah keterlibatan wali pelajar. Melalui akses berbasis web dengan username dan password pelajar, wali dapat memantau riwayat transaksi tabungan secara realtime. Transparansi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kepercayaan, tetapi juga menjadi media edukasi literasi keuangan bagi pelajar dan keluarga.
Dr. Irvan Iswandi, M.T. memberikan apresiasi atas keseriusan tim dalam merancang dan mensimulasikan sistem secara menyeluruh. Ia menilai aplikasi ini memiliki potensi besar untuk mendukung tata kelola keuangan pelajar yang modern dan akuntabel. Namun demikian, ia menekankan pentingnya penguatan keamanan data, terutama dengan memanfaatkan server milik Al-Zaytun sendiri guna menjamin perlindungan dan kedaulatan data.
Selain aspek keamanan, Dr. Irvan juga menyoroti pentingnya kebersinambungan data antara aplikasi lama dan aplikasi baru. Integrasi riwayat transaksi dinilai krusial agar tidak terjadi kehilangan data historis dan agar transisi sistem berjalan mulus. Dengan penyempurnaan berkelanjutan ini, Al-Zaytun menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan yang tertib administrasi, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. (Amri-untuk Indonesia) Mendidik dan membangun semata-mata untuk beribadah kepada Allah.



