Oleh : Muhtar Fatwa
lognews.co.id, Indonesia - Sabtu ini bertepatan dengan tarikh 10 Januari 2026 yang diperingati sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon. Gerakan ini pertama kali dicanangkan pada 1993 oleh Presiden Soeharto, yang bertujuan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon di berbagai daerah.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan, termasuk perubahan iklim dan pemanasan global yang kian nyata.

Melalui gerakan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam demi kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang. Hingga kini, semangat Hari Gerakan Satu Juta Pohon terus dilanjutkan dan semakin banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan menanam pohon, baik secara individu maupun kolektif.
Di Ma'had Al-Zaytun aksi ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah konkret untuk melindungi bumi dari ancaman degradasi lingkungan yang semakin parah. Berbagai varietas tanaman sudah ditanam di lahan Al-Zaytun yang tersebar di beberapa daerah. Bukan hanya penyelamatan lingkungan namun makna yang lebih luas sebagai bentuk penyelamatan peradaban manusia.
Tahun 2026 disampaikan oleh Syaikh sebagai Tahun Menata Usaha Perkebunan. Pohon yang akan ditanam adalah Durio Zibethinus, nama ilmiah durian. Telahpun disiapkan 32.000 bibit sambungan durian duri hitam, juga dikenal dengan durian Ochee atau Black Thorn/durian D-200 dengan target survival rate 85 persen. Jika tercapai, sekitar 27.000 pohon akan menghijaukan lahan seluas 262 hektare.
Penanaman dilakukan terukur dan tersebar: 5.000 pohon di kawasan kampus Al-Zaytun, 10.000 pohon di Ciputat dan tersebar di Garut, Songgom, dan Tasikmalaya serta beberapa tempat yang akan ditanami Kadu Hideung serta tanaman penunjang lainnya.

Pola ini menunjukkan bahwa sentra tidak selalu berarti satu titik, melainkan satu sistem yang terintegrasi, terkelola, dan berorientasi kualitas.
Itulah ruh dari proyek Kadu Hideung yang tengah dirintis. Bukan spekulasi pasar, tetapi perencanaan produksi jangka panjang.
Langkah ini secara objektif menempatkan kawasan Al-Zaytun dan jejaringnya sebagai calon sentra pemasok durian Duri Hitam nasional, bahkan internasional.
Tanaman durian digunakan untuk mencegah erosi di lahan-lahan yang miring. Hal ini, pohon durian bisa dimanfaatkan untuk menjaga lingkungan supaya tidak terjadi erosi.
Pohon durian juga memberikan manfaat lingkungan signifikan melalui peran pohonnya menyerap CO2, menjaga tanah dari erosi, menyediakan habitat keanekaragaman hayati, serta menyuburkan tanah dari serasah daunnya; sementara kulit dan limbahnya dapat diolah menjadi pupuk organik atau biopestisida, mengurangi limbah dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Hari Gerakan Satu Juta Pohon bukan hanya tentang jumlah pohon yang ditanam, tetapi tentang kesadaran bersama untuk menjaga alam. Dengan menanam pohon, lingkungan akan terasa lebih nyaman, sejuk, dan juga terjaga, karena pohon memberikan banyak dampak baik untuk kehidupan. (MF) (Amri-untuk Indonesia)


