lognews.co.id, Yogyakarta – Perjalanan Kereta Api Commuter Line (KRL) rute Palur–Yogyakarta sempat terhenti di Stasiun Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, Selasa pagi. (26/1/26)
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan penghentian sementara perjalanan kereta dilakukan sebagai prosedur keselamatan pascagempa. Seluruh perjalanan kembali berjalan normal pada pukul 08.48 WIB setelah pemeriksaan prasarana dinyatakan aman.
“Pemeriksaan prasarana pascagempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” ujar Feni di Yogyakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, tim lapangan KAI Daop 6 Yogyakarta langsung melakukan pengecekan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung perkeretaapian lainnya. Setelah hasil pemeriksaan memastikan lintas dan jalur dalam kondisi aman, perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi.
Selama proses pemeriksaan, sebanyak 16 perjalanan kereta api sempat dihentikan sementara, termasuk KRL Yogyakarta–Palur KA 712 dan KA 721.
Salah seorang penumpang KRL KA 721, Intan Martha B, mengaku kereta yang ditumpanginya sempat berhenti saat tiba di Stasiun Maguwoharjo. Informasi penghentian perjalanan disampaikan melalui pengumuman pengeras suara di dalam kereta.
“Gempa tidak terasa, tapi saya tahu dari pengumuman di kereta bahwa kereta tidak bisa jalan karena ada gempa sehingga perlu dilakukan pengecekan jalur kereta,” ujarnya. Menurutnya, kereta berhenti sekitar 25 menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 terjadi pada pukul 08.20 WIB dengan episenter di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 122 kilometer. Gempa dirasakan di wilayah DIY dengan intensitas II MMI dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami. (Amri-untuk Indonesia)


