lognews.co.id - Pengukuhan Paskibra kelas XI dan XII dilaksanakan di lingkungan Ma’had Al-Zaytun pada Selasa (27/1/2026), dihadiri Kepala Madrasah, pembina Paskibra, Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ), serta calon Paskibra 2026, sekaligus menandai dibukanya pelatihan pengibar bendera tingkat nasional.
Apresiasi Kerapian dan Respons Peserta
Kepala Madrasah Aliyah Ma’had Al-Zaytun Ustaz M Soleh Aceng S.H, M.H, menyampaikan apresiasi terhadap kerapian dan kesiapan barisan Paskibra yang dikukuhkan pada hari tersebut.
“Pengukuhan Paskibra kelas XI dan XII hari ini sangat menyenangkan karena terlihat rapi dan tertib,” ujar Kepala Madrasah.
Ia juga menyinggung keterbatasannya dalam melihat seluruh barisan secara menyeluruh akibat posisi barisan yang rapat, lalu meminta tanggapan langsung dari peserta.
“Saya sebenarnya ingin melihat seluruh barisan Paskibra secara utuh, tetapi pandangan saya terhalang oleh barisan kalian sendiri, bagaimana pendapat kalian?” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Paskibra Rizal dan Nisa menjawab dengan tegas, “Siap laksanakan.”
Pembukaan Resmi Pelatihan Pengibar Bendera
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi pelatihan pengibar bendera oleh Kepala Madrasah yang ditandai dengan pengetukan palu sebanyak tiga kali.
Dalam amanatnya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa pelatihan pengibar bendera merupakan kegiatan nasional yang memiliki dasar hukum jelas, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Pengibar Bendera Merah Putih.
Ia menekankan bahwa nilai kebangsaan harus melekat dalam diri setiap anggota Paskibra sebagai generasi penerus bangsa yang kelak melanjutkan estafet kepemimpinan nasional.
Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan
Pelatihan Paskibra, menurut Kepala Madrasah, tidak hanya berfokus pada aspek teknis baris-berbaris, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter dan kepemimpinan peserta.
Kepala Madrasah juga menyinggung kekhasan Ma’had Al-Zaytun yang membiasakan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza setiap hari sebagai bagian dari penanaman nilai nasionalisme.
Ia berharap seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik hingga dinyatakan lulus tanpa terkecuali.

Penekanan Disiplin dan Kesehatan Peserta
Memasuki akhir amanat, Kepala Madrasah memberikan penekanan khusus pada aspek kedisiplinan fisik dan mental selama masa pelatihan berlangsung.
“Selama pelatihan ini kalian harus disiplin, tidak boleh ada yang kekurangan tidur dan juga tidak boleh berlebihan,” ujarnya.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai penunjang utama selama pelatihan.
“Tidur hanya empat jam itu tidak sehat, minimal harus tujuh jam agar kalian tetap sehat,” katanya.
Selain itu, disiplin dalam pola makan juga menjadi perhatian serius sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“Waktu makan harus disiplin, apa yang disajikan harus dimakan dan tidak boleh disisakan,” tegasnya.
Keteladanan dan Tanggung Jawab Paskibra
Dalam konteks keteladanan, Kepala Madrasah menegaskan bahwa anggota Paskibra harus menjadi contoh utama bagi peserta didik lainnya di lingkungan madrasah.
“Kalian adalah contoh utama bagi yang lain, kalian tidak boleh kurang dari standar yang telah ditentukan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sikap tekun dalam belajar dan kemampuan menyikapi setiap proses dengan baik.
Penguatan Semangat Kebangsaan
Menutup arahannya, Kepala Madrasah mengajak seluruh peserta untuk memaksimalkan proses latihan dengan memanfaatkan lingkungan Ma’had sebagai medan utama pelatihan.
“Medan kalian ada di sini, gunakan lingkungan ini sebaik-baiknya dan berlatihlah dengan penuh semangat,” katanya.
Sebagai penguatan semangat kebangsaan, Kepala Madrasah kemudian menginstruksikan seluruh anggota Paskibra untuk menyanyikan lagu Dari Merauke sampai Sabang secara bersama-sama.
“Kita nyanyikan bersama lagu dari Merauke sampai ke Sabang,” ucapnya.
Pada penampilan pertama, semangat yang ditampilkan dinilai belum maksimal sehingga lagu tersebut diminta untuk diulang dengan sikap yang lebih tegas dan gagah.
“Ulangi lagi, harus tegas dan gagah,” kata Kepala Madrasah sambil memberikan contoh secara langsung.
Seluruh anggota Paskibra kemudian kembali menyanyikan lagu tersebut dengan penuh semangat, menutup rangkaian pengukuhan dan pembukaan pelatihan dengan nuansa kebangsaan yang kuat. (Sahil untuk Indonesia)
Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah


