Oleh : Ali Aminulloh
Merawat Bumi, Memproduksi Pangan Thayyib untuk Generasi Sehat dan Cerdas
Ahad, 22 Februari 2026, Al Zaytun menjadi ruang temu antara gagasan besar pendidikan dan ketahanan pangan. Dalam kuliah umum sempena Pelatihan Pelaku Didik Berkelanjutan Menuju Transformasi Pendidikan Berasrama menuju Indonesia Modern dan 100 Tahun Usia Kemerdekaan Indonesia. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng. Guru Besar Bidang Peternakan UGM sekaligus Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Peternakan.
Beliau membawakan materi bertajuk:
“Integrated Farming: Merawat Bumi, Memproduksi Bahan Pangan Thayyib untuk Generasi Sehat dan Cerdas.”
Kuliah umum itu tidak hanya menyajikan teori, tetapi menegaskan bahwa Al Zaytun memiliki potensi menjadi model nyata sistem pertanian dan peternakan terpadu berbasis pendidikan berasrama.
Al Zaytun sebagai Ekosistem Pendidikan dan Pangan
Dalam paparannya, Prof. Ali menekankan bahwa pendidikan modern tidak cukup hanya mengandalkan kurikulum akademik. Pendidikan berasrama harus ditopang oleh kemandirian pangan, kesehatan generasi, dan sistem produksi yang berkelanjutan.
Al Zaytun, dengan lahan, peternakan, dan sistem asramanya, dinilai memiliki prasyarat kuat untuk menjadi model integrated farming berbasis pesantren. Pendidikan karakter, disiplin, dan nilai spiritual berpadu dengan praktik pertanian dan peternakan yang produktif.
Bonus demografi Indonesia hanya akan menjadi berkah jika generasinya sehat dan cerdas. Tanpa kecukupan gizi, potensi itu bisa berubah menjadi beban.
Integrated Farming: Sistem yang Saling Terhubung
Konsep integrated farming yang dipaparkan adalah sistem terpadu: tanaman, ternak, limbah, pupuk, energi, dan manusia berada dalam satu siklus yang saling menguatkan.
Limbah ternak tidak terbuang, tetapi diolah menjadi pupuk organik. Kotoran sapi menjadi biogas. Pakan difermentasi agar efisien dan bernutrisi tinggi. Teknologi pakan seperti fermented complete feed atau “burger pakan” menjadi solusi saat musim kemarau.
Model ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.
Inovasi Peternakan sebagai Pilar Model
Dalam pengembangan peternakan, Prof. Ali memaparkan hasil riset panjang seperti “Sapi Gama”, hasil persilangan unggul yang telah dilepas resmi oleh pemerintah serta konsep pengembangan sapi perah “Sarah Gama”.
Selain itu, ada inovasi “Telur Ayam Bahagia”, ayam yang dipelihara tanpa kandang baterai, diberi pakan sehat tanpa kimia dan antibiotik, menghasilkan telur dengan kandungan nutrisi lebih baik.
Semua inovasi ini menunjukkan bahwa integrated farming bukan sekadar konsep teoritis, tetapi sistem berbasis riset, teknologi, dan etika kesejahteraan hewan.
Pangan Thayyib sebagai Fondasi Generasi Unggul
Menuju Indonesia modern dan 100 tahun kemerdekaan, kualitas manusia menjadi kunci. Prof. Ali menegaskan pentingnya pangan halal dan thayyib, pangan yang baik dan menyehatkan.
Protein hewani dari daging, telur, dan susu adalah fondasi kecerdasan dan kesehatan. Kekurangan protein menyebabkan stunting, yang berdampak langsung pada daya saing bangsa.
Dalam sistem pendidikan berasrama, ketersediaan pangan sehat bukan sekadar kebutuhan logistik, melainkan investasi strategis jangka panjang.

Dari Al Zaytun untuk Model Nasional
Apa yang dipaparkan dan dipraktikkan di Al Zaytun membuka peluang besar: pesantren sebagai pusat transformasi ekologis dan ekonomi.
Jika model integrated farming ini dikembangkan secara konsisten, Al Zaytun dapat menjadi rujukan nasional sebagai miniatur sistem pangan mandiri berbasis pendidikan.
Merawat Bumi, Menyiapkan Indonesia Modern
Kuliah umum itu menegaskan satu pesan utama: merawat bumi adalah bagian dari strategi membangun bangsa.
Integrated farming bukan hanya tentang produksi, tetapi tentang integritas. Tentang bagaimana tanah, ternak, teknologi, dan manusia dikelola secara bertanggung jawab demi generasi yang wareg (cukup pangan), waras (sehat), wasis (cerdas & bijak), Wismo (memiliki rumah &isinya), dan wibowo (integritas).
Dan pada Ahad itu, 22 Februari 2026, Al Zaytun tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kuliah umum.
Ia tampil sebagai contoh konkret model integrated farming berbasis pendidikan berasrama menuju Indonesia Modern. Merdeka.(Amri-untuk Indonesia)
Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada


