Thursday, 26 February 2026

Menanam Cahaya Al-Bayinah di Hati Generasi: Inspirasi dari Kelas 3B4 MI Ma’had Al Zaytun

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Mochamad Iqbal Aulia, S.Sos (Kepala MI Ma'had Al Zaytun) 

lognews.co.id, Indramayu - Pagi itu langit tampak mendung cerah, menghadirkan suasana sejuk yang menenangkan. Di kelas 3B4 MI Ma’had Al Zaytun, ketenangan itu berpadu dengan antusiasme para pelajar yang duduk tertib, siap menyelami pelajaran Al-Qur’an bersama guru mereka, Ustadzah Alvi Syahrini, S.Pd., yang akrab disapa Ustadzah Alvi.

Hari itu, pembelajaran berfokus pada Surah Al-Bayinah dengan sub pokok bahasan Kandungan Surah Al-Bayinah. Sebuah surah yang menegaskan tentang bukti kebenaran, kemurnian tauhid, dan keikhlasan dalam beribadah.

1000322995

Mengulang untuk Menguatkan

Pembelajaran dimulai dengan mengulang materi sebelumnya. Seluruh pelajar membaca Surah Al-Bayinah bersama-sama, ayat demi ayat, disertai artinya. Suara lantunan Al-Qur’an terdengar serempak dan penuh kekhusyukan.

Saat sesi pengulangan, Ustadzah Alvi bertanya kepada Muhammad Panji Maulidin.

“Panji, apa arti Al-Bayinah?”

Dengan mantap, Panji menjawab, “Bukti yang nyata.”

Jawaban sederhana namun tepat itu menjadi pintu masuk untuk memahami pesan besar dalam surah ini: bahwa kebenaran Islam datang sebagai bukti yang jelas bagi umat manusia.

Menggali Makna, Menumbuhkan Kesadaran

Memasuki kegiatan inti, Ustadzah Alvi menjelaskan kandungan Surah Al-Bayinah secara runut ayat demi ayat. Beliau menerangkan tentang pentingnya kemurnian ibadah, perintah untuk beragama dengan lurus, serta balasan bagi orang-orang beriman dan beramal saleh.

Di tengah penjelasan, Ustadzah Alvi melemparkan pertanyaan kepada kelas:

“Apa contoh perbuatan ikhlas?”

Jasmine Maidina Hanif dengan cepat mengangkat tangan. Dengan suara jelas ia menjawab, “Berbuat tanpa mengharap imbalan.”

1000322998

Sebuah definisi sederhana, namun sarat makna. Ikhlas bukan sekadar konsep, tetapi sikap hidup yang perlu dilatih sejak dini. Jawaban Jasmine menunjukkan bahwa nilai itu mulai tumbuh dalam pemahaman mereka.

Tak lama kemudian, pertanyaan berikutnya dilontarkan kepada Alesha Rafasya Andriyani.

“Asya, apa yang dimaksud dengan Khairul Bariyah?”

Asya menjawab dengan percaya diri, “Manusia yang terbaik.”

Ustadzah Alvi kemudian menjelaskan bahwa Khairul Bariyah adalah sebutan bagi orang-orang beriman yang beramal saleh, yang kelak mendapatkan balasan surga dan ridha Allah. Anak-anak menyimak dengan wajah serius, seakan sedang membayangkan menjadi bagian dari manusia terbaik itu.

Belajar Aktif, Berpikir Kritis

Setelah penjelasan materi, para pelajar mengerjakan tugas interaktif yang telah disiapkan. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi berpikir dan mengolah pemahaman. Diskusi kecil terjadi di bangku masing-masing, namun tetap dalam suasana tertib dan penuh semangat.

Materi yang ditulis Ustadzah Alvi di papan tulis pun dicatat dengan rapi oleh para siswa. Setiap goresan pena menjadi jejak pemahaman yang akan mereka bawa pulang.

Di akhir pembelajaran, para pelajar diajak menyimpulkan isi materi. Mereka menyebutkan kembali makna Al-Bayinah, pentingnya keikhlasan, serta siapa yang termasuk Khairul Bariyah. Ustadzah Alvi kemudian menutup pelajaran dengan menyampaikan gambaran pembelajaran berikutnya, agar rasa ingin tahu mereka tetap terjaga.

1000323001

Menanam Nilai, Bukan Sekadar Hafalan

Pembelajaran Al-Qur’an di kelas 3B4 hari itu bukan sekadar membaca dan menghafal. Ia adalah proses menanam nilai. Nilai tentang keikhlasan, tentang kebenaran yang nyata, dan tentang cita-cita menjadi manusia terbaik di sisi Allah.

Dalam suasana sejuk mendung cerah, cahaya Al-Bayinah terasa benar-benar hadir—bukan hanya sebagai teks yang dibaca, tetapi sebagai pesan yang mulai dipahami dan dihayati.

Di tangan guru yang sabar seperti Ustadzah Alvi Syahrini, Al-Qur’an bukan sekadar pelajaran, melainkan cahaya yang perlahan menuntun hati generasi muda.

Dan dari kelas kecil 3B4 itu, harapan besar tumbuh: semoga Panji, Jasmine, Asya, dan seluruh teman-temannya kelak benar-benar menjadi Khairul Bariyah manusia-manusia terbaik yang beriman, beramal saleh, dan ikhlas dalam setiap langkah kehidupannya.

(Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah