Sunday, 01 March 2026

Bukber: Rajut Shilaturrahim Keluarga Besar JKI

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh Ali Aminulloh (Sekretaris 1 JKI)

lognews.co.id, Indramayu - Di bawah langit Cirebon yang perlahan meredup pada Selasa, 24 Februari 2026, deru mesin mobil Kopayu yang membawa rombongan Jamaah Kabatullah Indonesia (JKI) dari pelosok desa bukan sekadar suara kendaraan. Ia adalah detak jantung kerinduan. Di Yayasan Pesantren Al Mu'thi, Harjamukti, sebuah perjamuan bukan hanya tentang membatalkan lapar, melainkan tentang menjahit kembali simpul-simpul persaudaraan yang sempat merenggang oleh rutinitas.

1000324770

Ketika Pemimpin dan Umat Melebur

Jika biasanya para anggota JKI yang berbondong-bondong menuju Ma’had Al Zaytun pada malam Sabtu Kliwon, tapi di bulan Ramadan memutar arah mata angin. Kini, para penguruslah yang menjemput bola, mendatangi sentra-sentra anggota. Sebuah kerendahan hati yang memicu kehangatan luar biasa.

Tuan rumah, Bapak Ade Maolana Enas, S.E., tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, kehadiran saudara-saudara dari JKI Haurgeulis, Tukdana, Kertasmaya, hingga Ujung Gebang adalah manifestasi amal saleh yang nyata. "Ini adalah perjuangan yang membahagiakan," ungkapnya di sela-sela tawa renyah para jamaah yang baru saja turun dari mobil Kopayu dengan wajah berseri.

Gema Surga di Ruang Perjamuan

Suasana semakin khidmat saat Drs. H. Ibrahim menyampaikan kultumnya. Beliau mengingatkan bahwa surga tidak hanya menunggu, tetapi merindukan empat golongan manusia: mereka yang lisannya terjaga, mereka yang akrab dengan Al-Qur'an, mereka yang berpuasa, dan yang paling relevan sore itu, mereka yang memberi makan orang yang kelaparan.

1000324762

Ketua JKI, Syafrudin Ahmad, SH. MH., kemudian menyempurnakan ruh pertemuan tersebut dengan membedah filosofi Al-Fatihah melalui perumpamaan Akar, Batang, dan Buah. Ia menekankan bahwa hubungan antara Rabb (Aturan), Malik (Penguasa), dan Al-Ma’bud (Hamba) adalah satu kesatuan yang harus kokoh dalam diri manusia.

Tinjauan Psikologis: Rahasia Panjang Umur dalam Kebersamaan

Momen kehangatan yang dirasakan jamaah di Cirebon ini bukan sekadar perasaan subjektif. Secara saintifik, interaksi sosial yang mendalam adalah kunci vitalitas manusia.

Dalam teori psikologi positif yang dikembangkan oleh Robert Waldinger (direktur Harvard Study of Adult Development: salah satu penelitian terpanjang tentang kebahagiaan), ditemukan bahwa kualitas hubungan sosial adalah prediktor terkuat bagi kesehatan dan panjang umur, melampaui faktor genetika maupun kekayaan. Waldinger menyebutkan bahwa "hubungan yang baik melindungi tubuh dan otak kita." Interaksi hangat seperti bukber ini menurunkan level stres dan meningkatkan hormon oksitosin yang memperkuat sistem imun.

Benang Merah Teologis

Apa yang ditemukan sains modern ini sebenarnya telah lama menjadi janji dalam nubuat kenabian. Pertemuan JKI di Cirebon ini adalah perwujudan nyata dari hadits Rasulullah SAW:

"Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim).

Silaturahmi dalam kegiatan ini bukan sekadar berkumpul, melainkan upaya memperpanjang usia melalui "jejak kebaikan" yang dikenang, serta memudahkan rezeki melalui terbukanya pintu-pintu kolaborasi dan persaudaraan yang tulus.

Penutup yang Berkesan

Acara ditutup dengan doa khusu yang dipimpin oleh KH. Khumaidi. Saat azan berkumandang, tak ada lagi sekat antara pimpinan organisasi dan masyarakat. Mereka duduk bersama ditempat sama, menyuap hidangan yang sama, dan mengamini doa yang sama. Malam itu, mereka pulang tidak hanya dengan perut yang kenyang, tetapi dengan jiwa yang penuh; membuktikan bahwa kebahagiaan sejati memang ditemukan dalam kerumunan kasih sayang.(Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah