lognews.co.id — Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Mehdi Taj menyiratkan adanya evaluasi terhadap partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026 menyusul eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. (3/3/26)
Pernyataan itu disampaikan Mehdi Taj yang juga menjabat Wakil Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Ia menilai situasi keamanan dan stabilitas nasional menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan menjelang turnamen yang akan digelar pertengahan Juni 2026.
Iran dijadwalkan memainkan tiga laga fase grup di Amerika Serikat, dua di Inglewood, California, dan satu di Seattle, dalam rentang 15–26 Juni. Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko untuk total 104 pertandingan.
Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom menyatakan pihaknya masih memantau perkembangan situasi global. FIFA menegaskan fokus utama tetap pada penyelenggaraan turnamen yang aman dengan partisipasi seluruh tim yang telah lolos kualifikasi.
Isu ini menimbulkan pertanyaan mengenai dampak geopolitik terhadap ajang olahraga internasional, mengingat preseden sebelumnya ketika FIFA membekukan partisipasi Rusia akibat invasi ke Ukraina pada 2022. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi terkait status Iran di Piala Dunia 2026.
Perkembangan lebih lanjut akan sangat bergantung pada dinamika keamanan kawasan dan sikap resmi FIFA sebagai operator turnamen. (Amri-untuk Indonesia)**



