الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

PKBM Al Zaytun: "Lelah Tapi Asyik"

تعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجومتعطيل النجوم
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Di balik tayangan singkat ucapan Milad ke-80 Syaykh A.S. Panji Gumilang yang tampil memukau, tersimpan proses panjang yang penuh semangat, kekompakan, dan pengorbanan. Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Tim Angklung Srikandi Paguyuban Istri Peduli (PIP) PKBM Al Zaytun saat mengikuti proses shooting video bersama Tim Kominfo Ma'had Al Zaytun.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, itu bermula dari latihan rutin Tim Angklung Srikandi PIP yang digelar di kediaman Ibu Hasnawati, Tutor PKBM Al Zaytun, di Blok Balir, Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Awalnya, latihan tersebut merupakan gladi persiapan untuk penampilan pada acara khitanan di Blok Sandrem.

Namun, di tengah latihan, Ketua PIP, Sri Wahyuni, menerima telepon dari Ketua Kominfo Ma'had Al Zaytun, Pujo Utomo. Dalam percakapan tersebut disampaikan bahwa Tim Angklung Srikandi PIP diminta mengikuti pengambilan video ucapan Milad ke-80 Syaykh A.S. Panji Gumilang atas nama PKBM Al Zaytun.

Konsep video yang disiapkan pun berbeda dari biasanya. Tim tidak hanya diminta menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga menghadirkan nuansa seni melalui permainan angklung agar tayangan menjadi lebih menarik dan berkesan.

"Sudah saya koordinasikan dan mendapat persetujuan dari Ustadz Ali Aminullah selaku Direktur PKBM Al Zaytun, karena anggota tim angklung mayoritas adalah warga belajar dan alumni PKBM," ujar Pujo Utomo.

Kekompakan Menjadi Modal Utama

Informasi yang datang secara mendadak membuat Sri Wahyuni segera mengirimkan pesan kepada seluruh anggota agar mengenakan seragam latihan. Namun karena waktu yang sangat singkat, tidak semua anggota sempat membaca pesan tersebut sehingga beberapa di antaranya terlanjur datang dengan pakaian bebas.

Situasi tersebut justru memperlihatkan tingginya rasa kebersamaan di antara para anggota. Mereka saling meminjamkan seragam, bahkan ada yang meminjam pakaian dari tetangga sekitar lokasi latihan. Mengingat jarak rumah yang cukup jauh, mereka tidak mungkin pulang untuk berganti pakaian. Berkat kekompakan tersebut, seluruh anggota akhirnya dapat tampil seragam saat proses shooting dimulai.

Belajar Proses Produksi Video Profesional

Setelah seluruh anggota siap, Tim Kominfo Ma'had Al Zaytun memberikan pengarahan secara rinci sebelum pengambilan gambar dimulai.

Para anggota mendapatkan penjelasan mengenai posisi berdiri, arah pandangan ke kamera, ekspresi wajah, teknik memegang angklung, pengaturan jarak antarpemain, hingga komposisi formasi yang ideal. Selain itu, pemilihan latar belakang, pencahayaan, intonasi suara, tempo permainan angklung, pantun, puisi, serta ucapan selamat juga diperhatikan secara detail.

Bahkan lokasi pengambilan gambar beberapa kali berpindah sebelum akhirnya memilih area persawahan sebagai latar yang dinilai paling sesuai.

Berkali-kali Mengulang Demi Hasil Terbaik

Proses shooting yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa adegan harus diulang berkali-kali karena berbagai faktor, mulai dari posisi pemain yang belum sejajar, ekspresi yang belum seragam, permainan angklung yang kurang kompak, hingga perubahan cahaya matahari yang memengaruhi kualitas gambar.

Sesekali formasi diubah, kemudian seluruh anggota kembali ke posisi awal untuk mengulang adegan yang hanya berdurasi beberapa detik.

Meski prosesnya berlangsung lebih dari satu jam dan cukup melelahkan, tidak satu pun anggota mengeluh. Mereka justru menikmati pengalaman baru tersebut dengan penuh antusias.

"Lelah, tapi asyik," ungkap salah seorang anggota sambil tersenyum, yang kemudian disambut tawa anggota lainnya.

Bangga Menjadi Bagian Milad ke-80

Rasa penasaran seluruh anggota akhirnya terjawab pada Kamis, 30 Juli 2026, ketika video ucapan Milad ke-80 Syaykh A.S. Panji Gumilang resmi ditayangkan bersama berbagai ucapan dari pelajar dan sivitas Ma'had Al Zaytun.

Meski penampilan Tim Angklung Srikandi PIP hanya hadir dalam durasi beberapa detik, kebanggaan dan rasa syukur begitu terasa. Bagi mereka, bukan lamanya tampil yang menjadi ukuran, melainkan kesempatan untuk ikut memberikan penghormatan dan doa kepada Syaykh melalui seni angklung sebagai salah satu identitas budaya bangsa.

Keikutsertaan warga belajar dan alumni PKBM Al Zaytun dalam tayangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa mereka turut mengambil bagian dalam menyemarakkan Milad ke-80 Syaykh A.S. Panji Gumilang.

Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, kekuatan, serta kemudahan kepada Syaykh A.S. Panji Gumilang dalam melanjutkan pengabdian bagi kemajuan pendidikan, peradaban, dan kemaslahatan umat. Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn. 

Oleh : Sri Wahyuni, S.Pd. (Tutor PKBM Al Zaytun)