الجمعة، 28 آب/أغسطس 2026

HADAPI Dorong Pemuda Banten Kuasai Digital, Kepemimpinan, dan Kemandirian Ekonomi

تقييم المستخدم: 5 / 5

تفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجومتفعيل النجوم
 

SERANG, lognews.co.id – Himpunan Pemuda Digiprener Indonesia (HADAPI) terus mendorong generasi muda agar tidak hanya memiliki kemampuan di bidang digital, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kedisiplinan, solidaritas, serta kemandirian ekonomi.

Hal tersebut disampaikan jajaran pengurus HADAPI saat ditemui dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) ke-5 yang digelar di Bumi Perkemahan Lebak Wangi, Serang, Banten.

Ketua Umum HADAPI, Sultan Akbar Al-Madani, mengatakan HADAPI telah berdiri dan berkembang sejak 2022. Organisasi tersebut secara resmi didirikan pada 7 Agustus 2022 dan kini telah memiliki sekitar 792 anggota.

"Nama HADAPI merupakan singkatan dari Himpunan Pemuda Digiprener Indonesia. Kami ingin menghimpun anak-anak muda Indonesia yang memiliki kemampuan dan ketertarikan terhadap bidang digital," ujar Akbar.

Menurutnya, pemilihan konsep "Digiprener" tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Kemampuan digital dinilai menjadi salah satu modal penting bagi pemuda untuk menghadapi perubahan zaman.

Namun, Akbar menegaskan kemampuan digital saja tidak cukup. Menurutnya, generasi muda juga membutuhkan karakter disiplin dan kemampuan kepemimpinan agar mampu bekerja sama serta bertanggung jawab dalam menjalankan berbagai aktivitas.

"Sejago apa pun di bidang digital, kalau tidak memiliki disiplin, kepemimpinan, dan tanggung jawab, dia akan sulit bekerja sama dengan orang lain. Itu salah satu alasan kami melaksanakan LDK," katanya.

LDK Jadi Ruang Pembentukan Karakter Pemuda

LDK ke-5 HADAPI mengusung tema "Race of Future Leaders: Mewujudkan Pemimpin Visioner dan Berintegritas melalui Inovasi, Keterampilan, dan Kolaborasi."

Kegiatan tersebut dirancang untuk membangun kedisiplinan, solidaritas, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama antarpeserta.

Meski HADAPI bergerak dengan identitas sebagai organisasi pemuda yang berfokus pada digital, kegiatan LDK tetap menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi.

Sekretaris Umum HADAPI, Randy, menjelaskan bahwa anggota baru tidak langsung mengikuti LDK. Mereka terlebih dahulu mendapatkan pembinaan untuk memahami sejarah, tujuan, nilai, serta landasan organisasi.

"Anggota baru tidak langsung masuk ke LDK. Sebelumnya mereka mendapatkan pembinaan, mulai dari alasan HADAPI didirikan, nilai-nilai yang menjadi landasan organisasi, termasuk Pancasila," jelas Randy.

Menurutnya, proses tersebut dilakukan untuk mempersiapkan anggota dari sisi pengetahuan, mental, dan karakter sebelum mengikuti tahapan kaderisasi berikutnya.

HADAPI saat ini mayoritas memiliki anggota yang berasal dari Provinsi Banten, khususnya kalangan pemuda yang baru menyelesaikan pendidikan SMA dan memasuki usia kuliah. Organisasi tersebut menargetkan jaringannya dapat berkembang ke berbagai daerah di Indonesia hingga menjalin persaudaraan antarbangsa.

Bukan Sekadar Komunitas

Randy menjelaskan, HADAPI tidak ingin diposisikan hanya sebagai komunitas yang mempertemukan anak muda dengan kesamaan minat.

Menurutnya, keberadaan struktur organisasi, visi, misi, serta berbagai program membuat HADAPI memiliki orientasi yang lebih luas.

"Kalau komunitas biasanya berkumpul karena memiliki hobi yang sama. HADAPI bukan hanya berkumpul, tetapi memiliki tujuan, misi, dan program yang ingin dilaksanakan bersama," ungkapnya.

Dalam visinya, HADAPI ingin menjadi organisasi yang kuat, bermanfaat, bermartabat, serta mampu memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam.

Organisasi tersebut juga menempatkan kebersamaan, solidaritas, serta nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari landasan gerak organisasi.

Selain itu, HADAPI memiliki misi untuk meningkatkan potensi anggotanya, mengimplementasikan nilai Pancasila, membangun persatuan dan kolaborasi, serta memperluas kerja sama dengan pemerintah, akademisi, lembaga pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat.

HADAPI juga menargetkan terbentuknya sistem organisasi yang terintegrasi secara digital, transparan, jujur, tertata, dan disiplin.

Dorong Kemandirian Ekonomi Anggota

Tidak berhenti pada kegiatan kepemudaan, HADAPI juga mulai mengembangkan sektor kewirausahaan sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi anggotanya.

Ketua pelaksana kegiatan, Randy, menyebut HADAPI telah memiliki sejumlah unit usaha yang bergerak di bidang digital dan sosial.

Salah satunya adalah PT Digital Media Pemuda Indonesia (DMPI) yang menaungi media HADAPI Indonesia. Selain itu, terdapat Top Kreatif Agency yang juga terlibat dalam pengelolaan kegiatan sosial bersama Yayasan Mulia Sedekah Sesama.

"Harapannya, kami tidak hanya bergerak di dua bidang tersebut, tetapi bisa masuk ke beberapa bidang lain yang dapat membawa kemandirian bagi seluruh anggota HADAPI," ujarnya.

Konsep tersebut menjadi salah satu pembeda yang ingin dibangun HADAPI dibandingkan organisasi kepemudaan lainnya.

Menurut Randy, organisasi tidak ingin hanya berhenti pada kegiatan kepanitiaan atau program sesaat. Setiap anggota diharapkan memiliki kesempatan untuk berkembang dan mendapatkan ruang dalam membangun kemandirian ekonomi.

Aktif dalam Kegiatan Sosial

Selain pengembangan digital dan kewirausahaan, HADAPI juga menjalankan berbagai kegiatan sosial.

Salah satu program yang dilakukan adalah Jumat Berkah dengan membagikan nasi kotak kepada masyarakat yang membutuhkan.

HADAPI juga melakukan kegiatan sosial di sejumlah desa, termasuk membantu pesantren yang membutuhkan Al-Qur'an untuk menunjang kegiatan pembelajaran para santri.

Tidak hanya itu, organisasi tersebut juga membantu memperbaiki fasilitas MCK atau kamar mandi di lingkungan pesantren yang kondisinya sudah tidak layak.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya HADAPI agar keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pernah Gelar Olimpiade Hadapi

Dalam perjalanan organisasinya, HADAPI juga pernah menggelar kegiatan berskala lebih luas. Salah satunya Olimpiade HADAPI pada 2023.

Kegiatan tersebut melibatkan pemuda dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, hingga Banten.

Pelaksanaan Olimpiade HADAPI dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Salah satu agenda dalam kegiatan tersebut adalah kompetisi olahraga untuk memperebutkan Piala Kemenpora.

Ke depan, HADAPI juga berencana mengembangkan kegiatan kepemudaan melalui olahraga dan festival musik. Di bidang olahraga digital, HADAPI telah memiliki tim e-sport Mobile Legends di wilayah Banten.

Perluas Jaringan Pemuda

Memasuki tahun keempat sejak pendiriannya, HADAPI berupaya memperluas jaringan organisasi dari Banten ke berbagai daerah di Indonesia.

Sekretariat HADAPI saat ini berada di wilayah Ciledug, Kota Tangerang. Sementara itu, mayoritas anggotanya masih berasal dari wilayah Provinsi Banten.

Dengan jumlah anggota yang mencapai sekitar 792 orang, HADAPI menargetkan pengembangan organisasi tidak hanya secara kuantitas, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.

"Kami ingin membangun persaudaraan tidak hanya di Provinsi Banten, tetapi juga antarbangsa dan negara," kata Randy.

 

Melalui kombinasi kemampuan digital, pendidikan kepemimpinan, kegiatan sosial, kewirausahaan, dan kolaborasi, HADAPI berharap dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkembang sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan Indonesia. (Saheel untuk Indonesia)