lognews.co.id, Jakarta — Kajian Mandiri Institute menyebut satu dari dua pekerja di Indonesia bekerja tidak sesuai tingkat pendidikan atau kompetensinya meski pasar tenaga kerja nasional menunjukkan tren perbaikan. (16/2/26)
Tim ekonom Bank Mandiri menilai perbaikan tercermin dari penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025 atau turun 6 basis poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, serta menurunnya proporsi pekerja informal menjadi 57,8 persen dari 58 persen pada 2024.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan kualitas penciptaan lapangan kerja perlu diperkuat melalui keselarasan antara pendidikan dan kebutuhan industri agar momentum perbaikan tetap berkelanjutan.
Berdasarkan analisis data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik, tingkat vertical mismatch pada 2025 tercatat 50 persen atau membaik dari 51 persen pada 2023. Ketidaksesuaian ini terjadi saat pekerja memiliki pendidikan lebih tinggi (overeducated) atau lebih rendah (undereducated) dibanding kebutuhan jabatan.
Mismatch terbesar berasal dari kelompok undereducated atau tidak memenuhi kualifikasi yang mencapai 32 persen dari total pekerja, sejalan dengan komposisi angkatan kerja berpendidikan setara sekolah dasar atau lebih rendah yang masih sekitar 33 persen.
Secara sektoral, ketidaksesuaian tertinggi terjadi pada sektor pengadaan air dan pertanian. Pada sektor pengadaan air didominasi pekerja overeducated, sementara sektor pertanian didominasi pekerja undereducated yang mencerminkan kebutuhan peningkatan keterampilan.
Sektor administrasi pemerintahan dan jasa keuangan juga mencatat proporsi pekerja overeducated relatif besar, dipengaruhi daya tarik stabilitas dan insentif sektor formal. Temuan ini dinilai memperkuat urgensi penguatan ekosistem penempatan tenaga kerja agar kompetensi lulusan terserap optimal.
Bank Mandiri menyatakan dukungan penguatan pasar tenaga kerja dilakukan melalui program pengembangan kompetensi, partisipasi Program Magang Nasional, serta kolaborasi dengan dunia pendidikan guna meningkatkan kesiapan talenta sesuai kebutuhan industri.
(Amri-untuk Indonesia)


