Friday, 30 January 2026

Ibu Kasur Sandiah: Pendidik Lagu Anak Legendaris Pembentuk Karakter Jutaan Generasi Indonesia

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta - Pada peringatan Hari Ibu Nasional ke-97 yang diperingati seiap tanggal 22/12/'25 kini mengusung tema "Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045", Sandiah atau lebih dikenal sebagai Ibu Kasur menjadi sosok inspiratif utama. Lahir di Jakarta pada 16 Januari 1926 dan wafat pada 22 Oktober 2002, beliau merupakan tokoh pendidikan dan seniman Indonesia yang berhasil membentuk karakter positif jutaan anak melalui penciptaan lagu-lagu edukatif, program penyiaran anak, serta pendirian lembaga pendidikan usia dini. Karya-karyanya yang sederhana namun mendalam tetap menjadi fondasi pendidikan anak di PAUD dan TK nasional hingga masa kini.​

Sandiah menempuh pendidikan hingga Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) pada akhir 1930-an, kemudian bekerja di Kantor Keresidenan Priangan, Bandung. Beliau bertemu dengan Soerjono atau Pak Kasur saat aktif dalam kegiatan Kepanduan selama Revolusi Nasional Indonesia 1945-1949. Keduanya menikah pada 29 Juli 1946 di Yogyakarta dan hijrah ke Jakarta pada 1950 untuk mengembangkan karier di bidang pendidikan anak. Bersama suami, Sandiah mengasuh berbagai siaran anak di Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta, program televisi TVRI seperti Arena Anak-anak, Mengenal Tanah Airku, dan Taman Indria pada 1970-an, serta Hip Hip Ceria di RCTI periode 1993-1996.​

Pada tahun 1968, Ibu Kasur mendirikan TK Mini Indonesia yang menerapkan pengelompokan siswa berdasarkan usia secara unik, yaitu Parkit untuk anak usia tiga tahun, Kutilang untuk usia empat tahun, dan Cenderawasih untuk usia lima tahun. Pendekatan pendidikan di TK Mini menekankan etika, estetika, etos kerja, serta kreativitas melalui lagu-lagu dan kegiatan bermain yang edukatif. Melalui Yayasan Setia Balita, beliau membuka lima TK di Jakarta dan mengadakan berbagai seminar pendidikan anak. Kontribusi ini melahirkan generasi kreatif, di antaranya tokoh nasional seperti Megawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra yang merupakan alumni TK Mini.​

Salah satu keunikan karya Sandiah adalah penciptaan sekitar 20 lagu anak yang dirancang secara khusus agar singkat, mudah diingat, dan terutama menghindari penggunaan huruf "r". Alasan utama menghindari huruf "r" adalah untuk memudahkan anak-anak usia dini, khususnya yang mengalami kesulitan pelafalan atau cadel, agar dapat menyanyikan lagu dengan lancar tanpa hambatan. Lirik-lirik lagu tersebut menanamkan nilai-nilai moral seperti kebersihan, kecintaan terhadap keluarga, kesadaran lingkungan, serta rutinitas harian yang positif. Beberapa lagu populer ciptaannya meliputi Sayang Semuanya yang mengajarkan kasih sayang keluarga, Bangun Tidur untuk rutinitas pagi dan kebersihan diri, Balonku yang merangsang kreativitas bermain, Bertepuk Tangan, Kucingku, Main Sembunyi, serta Keranjang Sampah untuk kesadaran menjaga lingkungan. Sementara itu, suaminya Pak Kasur menciptakan lebih dari 140 lagu anak, menjadikan pasangan ini duo legendaris dalam musik pendidikan anak Indonesia.​

Ibu Kasur memperoleh berbagai penghargaan bergengsi atas dedikasinya. Beliau menerima Bintang Budaya Parama Dharma pada tahun 1992, penghargaan dari Presiden Soeharto pada Hari Anak Nasional 1988, serta Centro Culture Italiano Premio Adelaide Ristori Anno II dari Pemerintah Italia pada 1976. Selain itu, beliau juga meraih predikat sebagai pembawa acara anak-anak legendaris dari sebuah stasiun televisi nasional. Warisannya tidak terbatas pada lagu dan sekolah, melainkan meluas melalui rubrik di majalah Bocil serta produksi film Amrin Membolos tahun 1996. Karya-karya ini menciptakan dampak masif pada pendidikan anak nasional, membentuk generasi yang ramah, disiplin, dan kreatif dengan penekanan pada nilai moral yang mendalam.​

Semangat Ibu Kasur Sandiah menegaskan peran perempuan Indonesia sebagai agen perubahan pendidikan yang berdaya dan berkarya. Di Hari Ibu Nasional ke-97 ini, mari kita kenang dan lanjutkan warisannya dengan menyanyikan lagu-lagu ciptaannya kepada generasi mendatang. (Amri-untuk Indonesia)