lognews.co.id, Vatikan - Paus Leo XIV menyampaikan khotbah Natal pertamanya dengan menyoroti penderitaan warga Palestina di Gaza dan dampak perang global yang terus meluas. Dalam khotbah tersebut, ia menyebut perang-perang di dunia telah meninggalkan puing-puing dan luka terbuka.
Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (26/12/2025), Paus kemudian mengaitkan pesan Natal dengan kondisi warga Gaza yang hidup di tenda-tenda darurat. Ia menyinggung tenda-tenda di wilayah itu yang selama berminggu-minggu terpapar hujan, angin, dan dingin.
Ia juga menegaskan bahwa solusi atas konflik Israel-Palestina harus mencakup berdirinya negara Palestina. Israel dan Hamas sendiri telah menyepakati gencatan senjata pada Oktober setelah dua tahun pengeboman dan operasi militer intensif.
Namun, lembaga kemanusiaan menyebut bantuan yang masuk ke Gaza masih sangat terbatas dan hampir seluruh penduduknya kini kehilangan tempat tinggal. Dalam misa Natal di Basilika Santo Petrus, Paus juga menyoroti penderitaan para tunawisma di berbagai belahan dunia.
“Rapuh adalah tubuh penduduk sipil tak berdaya yang diuji oleh begitu banyak perang, baik yang masih berlangsung maupun yang telah berakhir, yang meninggalkan puing-puing dan luka terbuka,” ujar Paus.
Paus menyebut warga sipil sebagai pihak paling rapuh dalam perang. Ia mengkritik penderitaan kaum muda yang dipaksa mengangkat senjata akibat keputusan politik dan pidato-pidato bombastis para pemimpin perang.
Melalui pesan dan berkat Urbi et Orbi, Paus Leo menyerukan penghentian seluruh perang di dunia. Ia secara khusus menyinggung konflik di Ukraina, Sudan, Mali, Myanmar, serta Thailand dan Kamboja.
Paus mengatakan bahwa konflik tersebut terus menimbulkan penderitaan bagi jutaan orang. Sementara itu, suasana Natal di Bethlehem mulai kembali hidup setelah lebih dari dua tahun diliputi suasana muram akibat perang di Gaza.
Komunitas Kristen setempat menggelar perayaan meriah dengan parade dan musik, serta misa di Gereja Kelahiran yang dihadiri ratusan umat. Bangku gereja terisi penuh sejak sebelum tengah malam. (Amri-untuk Indonesia)


