lognews.co.id - Tiket konser Coldplay Music of the Spheres di Jakarta pada 15 November mendatang telah habis terjual. Namun, fenomena jasa titip (jastip) dan calo tiket konser sering kali menjadi perhatian publik dengan munculnya pro dan kontra terkait bantuan dari pihak ketiga ini. Banyak yang mengaku tertipu dan kehilangan uang jutaan rupiah akibatnya.
Aktivitas percaloan dan jastip tiket konser bukanlah hal baru di Indonesia. Ketika sejumlah musisi internasional seperti Blackpink, Coldplay, dan NIKI berencana manggung, jasa-jasa tersebut sudah ada. Namun, apa sebenarnya perbedaan antara calo dan jastip tiket konser?
Calo tiket konser adalah orang atau kelompok yang membeli tiket dengan maksud menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi daripada harga aslinya. Mereka memanfaatkan situasi di mana tiket konser sangat diminati dan langka untuk mendapatkan keuntungan finansial yang lebih besar. Praktik ini seringkali dianggap tidak etis dan dapat merugikan konsumen.
Di sisi lain, jastip tiket konser merupakan jasa bantuan yang ditawarkan oleh individu atau kelompok untuk membeli tiket atas nama orang lain dengan imbalan biaya tertentu. Tujuan utamanya adalah membantu individu yang sulit atau tidak memiliki akses untuk membeli tiket secara langsung. Jastip memungkinkan orang yang tidak dapat membeli tiket sendiri untuk tetap bisa menyaksikan konser kesukaan mereka dengan bantuan orang lain.
Meskipun jastip tiket konser memberikan kemudahan bagi beberapa orang, perlu diingat bahwa baik calo maupun jastip memiliki risiko tertentu. Terdapat banyak kasus penipuan atau pemalsuan tiket yang melibatkan calo tiket, di mana pembeli akhirnya kehilangan uang tanpa mendapatkan tiket yang valid. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk berhati-hati dan melakukan penelitian sebelum menggunakan jasa percaloan atau jastip tiket konser.
Bagi mereka yang berhasil memenangkan perang tiket dan mendapatkan tiket konser Coldplay di Jakarta, tentunya akan merasa bahagia dan bersemangat untuk menyaksikan konser tersebut. Namun, bagi mereka yang tidak berhasil mendapatkan tiket, tentu bisa merasa sedih dan kecewa. Dalam situasi ini, penting untuk diingat bahwa tiket konser terbatas dan permintaan yang tinggi membuatnya sulit didapatkan oleh semua orang. (rifai)


