Lognews201.com.Jakarta-Setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan ijin kepada masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran, pada Rabu(23/3) sudah barang tentu tradisi bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman menjadi kebutuhan
Saat hendak pulang kampung biasanya ada beberapa pilihan jenis transportasi yag akan di gunakan seperti mobil , bus , kereta hingga pesawat , tapi ada juga pemudik yang memilih kendaraan roda dua (motor) Dikutip dari berbagai sumber Lognews.com, Djoko Setijowarno , Pemgamat Transportasi dari Universitas Soegjapranata mengingatkan agar para masyarakat tidak mudik dengan motor untuk jarak lebih dari tiga jam.
Djoko juga memberikan tips aman bagi masyarakat yang akan mudik Lebaran 2022 dengan sepeda motor, agar terlebih dahulu mempertimbangkan dan merencanakan baik termasuk.mencari dan mengetahui rute atau jalur yang akan di lalui.
Kedepan akan ada titik titik himbauan banner bagi pengendara motor matic pada daerah turunan curam , seperti Batu-Cangar, Gunung Lio, daerah Wonigiri, Bawang Dieng, Cijapati Garut dan lainnya . Banner himbauan itu akan di persiapkan oleh Badan Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) dan Dinas Perhubungan (Dushub), agar jika bisa beristirahat jika lelah manakala menemukan himbauan benner tersebut
Dan bagi yang berpuasa di sarankan untuk tidak melakukan perjalanan mudik dahulu, ada baiknya perjalanan bisa di lakukan setelah berpuasa, begitu juga kelayakan kendaraan harus di cek dan ricek secara menyeluruh sebelum melakukan perjalanan saat mudik Lebaran
Memanfaatkan navigasi dengan fitur untuk pemberhentian dan juga google maps agar bisa mendapatka rute yang aman. Menurut informasi banyaknya kasus kecelakaan akibat kelelahan, maka itu pentingnya mengutamakan keselamatan untuk menghindari resiko kecelakaan.
Di satu sisi Pemerintah melalui instansi terkait , memperhatikan titik -titik rawan terjadinya kecelakaan yang terdapat di jalur Pantai Utara (Pantura) untuk antisipasi arus mudik 2022.
Toriq Hidayat, Anggota Komisi V DPR RI menyebut, berdasarkan Informasi yang didapatnya, jalur Pantura bisa di katakan rawan karena kondisi jalan dan minimnya rambu lalu lintas
Jumat (15/4), Toriq mengatakan bahwa informasi dari kepolisian wilayah Pantura, seringnya terjadi kecelakaan karena faktor rusaknya jalan dan minimnya rambu lalu lintas, beberapa jalur itu adalah jalur Pantura Cirebon di Jawa Barat , halur Rembang dan Demak di Jawa Tengah kemudian jalur Tuban dan Situ Bondo di Jawa Timur.(Dunkz


