Saturday, 07 February 2026

Terkait Insiden Transjakarta Cares, Gubernur DKI Minta Maaf Kepada Penyandang Disabilitas

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, JakartaGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan permohonan maaf kepada penyandang disabilitas atas insiden yang dialami seorang penumpang layanan Transjakarta Cares di kawasan Halte Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Insiden tersebut terjadi ketika penumpang penyandang tunanetra terjatuh ke saluran air saat menuju halte tanpa pendampingan petugas. (16/1/26)

Peristiwa itu menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, penumpang Transjakarta Cares terlihat berjalan mengikuti guiding block tanpa pendampingan petugas hingga akhirnya terjatuh ke got dan bajunya dipenuhi lumpur.

Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada korban.

“Secara khusus untuk ini, saya minta maaf,” ujar Pramono Anung saat dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

Pramono menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang kembali di Jakarta. Ia juga menyatakan akan memberikan teguran keras kepada jajaran direksi dan manajemen PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

“Hal yang berkaitan dengan disabilitas, Jakarta harus lebih ramah. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali. Saya akan memberikan teguran kepada jajaran direksi dan juga manajemen Transjakarta,” tegasnya.

Sementara itu, PT Transportasi Jakarta menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan penumpang yang bersangkutan. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM, menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/1/26) siang dan terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial.

“Kami menyesalkan kejadian tersebut dan telah berkomunikasi dengan pelanggan,” ujar Tjahyadi dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, Transjakarta telah menyampaikan permohonan maaf serta memberikan perhatian dan pendampingan kepada pelanggan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah melakukan evaluasi internal dan memperkuat kembali standar pelayanan, khususnya bagi penyandang disabilitas, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (Amri-untuk Indonesia)