Friday, 30 January 2026

Cuaca Ekstrem Picu Gagal Panen, Harga Komoditas Pertanian Di Lebak Melonjak

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Lebak – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak serius pada sektor pertanian. Sejumlah lahan pertanian dilaporkan mengalami gagal panen, sehingga memicu kenaikan harga komoditas di pasaran. (19/1/26)

Petani cabai di Kampung Jatimulya, Desa Bojong Leles, Kecamatan Cibadak, terpaksa menaikkan harga jual cabai akibat banjir yang merusak tanaman dan menurunkan kualitas hasil panen. Hujan berkepanjangan menyebabkan tanaman cabai membusuk, sementara buah yang dihasilkan berukuran kecil dan tidak layak jual.

Kondisi tersebut membuat petani mengalami kerugian besar. Salah seorang petani cabai, Badrudin, mengungkapkan kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp20 juta. Kerugian tersebut mencakup biaya pembelian bibit, perawatan tanaman, pupuk, hingga ongkos tenaga kerja selama masa tanam.

“Ini busuk karena cuaca, tadinya kemarau lalu hujan terus. Bisa rugi hingga Rp20 jutaan,” ujar Badrudin.

Tidak hanya tanaman cabai, curah hujan tinggi yang memicu banjir juga berdampak pada komoditas pertanian lain. Hasil panen kacang panjang, ketimun, dan berbagai jenis sayuran turut menurun dan dinilai kurang memuaskan akibat kondisi lahan yang tergenang air.

Hingga kini, para petani mengaku belum menerima bantuan maupun solusi konkret dari pemerintah terkait gagal panen yang terjadi akibat cuaca ekstrem tersebut. Kondisi ini membuat petani semakin tertekan, sementara masyarakat dihadapkan pada lonjakan harga kebutuhan pangan di pasaran. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah mitigasi dan memberikan pendampingan bagi petani agar dampak ekonomi akibat cuaca ekstrem dapat ditekan. (Amri-untuk Indonesia)