Wednesday, 04 March 2026

Kandungan Uranium Tinggi, Radiasi Alam Mamuju 9 Kali Rata-Rata Dunia

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Laporan United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR) 2024 menyebut wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, menerima paparan radiasi alam hampir sembilan kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata global. (2/3/26)

Dalam laporan yang diumumkan pada 12 Februari 2026 tersebut, Mamuju diklasifikasikan sebagai High Natural Background Radiation Areas (HNBRA). Estimasi dosis efektif tahunan dari sumber radiasi alam di wilayah itu mencapai sekitar 27 milisievert (mSv) per tahun, sedangkan rata-rata global diperkirakan sekitar 3,0 mSv per tahun.

Representative Indonesia untuk UNSCEAR sekaligus Peneliti Ahli Madya PRTKMMN BRIN, Nur Rahmah Hidayati, menjelaskan tingginya paparan dipengaruhi kandungan uranium-238 dan thorium-232 di tanah yang mencapai ratusan hingga lebih dari 1.000 Bq/kg, jauh di atas rata-rata global masing-masing sekitar 33 Bq/kg dan 45 Bq/kg.

Konsentrasi radon di luar ruangan di Mamuju tercatat berkisar 22 hingga 760 Bq/m³ dengan rata-rata sekitar 290 Bq/m³, yang berkontribusi signifikan terhadap dosis radiasi tahunan masyarakat. Namun, ventilasi alami dan struktur bangunan tradisional disebut membantu mencegah akumulasi radon lebih tinggi di dalam rumah.

UNSCEAR menilai wilayah dengan radiasi alam tinggi seperti Mamuju penting secara ilmiah sebagai lokasi penelitian untuk memahami dampak paparan radiasi rendah dalam jangka panjang terhadap kesehatan manusia, sekaligus memperkaya basis data global mengenai variasi radiasi latar belakang di berbagai belahan dunia. (Amri-untuk Indonesia)