Wednesday, 04 March 2026

Indramayu Lumbung Padi Nasional Targetkan 1,7 Juta Ton

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu — Kabupaten Indramayu menegaskan perannya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional dengan capaian produksi padi 1,63 juta ton hingga akhir November 2025, sekaligus menempatkannya sebagai juara pertama produksi padi di Jawa Barat. (2/3/26)

Capaian tersebut menopang kontribusi Jawa Barat yang secara nasional menghasilkan sekitar 5,78 juta ton beras pada 2025, di tengah dominasi konsumsi beras nasional yang mencapai 85,28 persen dari total sumber karbohidrat menurut data Badan Pusat Statistik. Secara nasional, produksi beras 2025 tercatat 34,34 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi 30,81 juta ton sehingga terjadi surplus yang memperkuat ketahanan pangan dalam negeri.

Pemerintah Kabupaten Indramayu mencatat peningkatan produksi ditopang perluasan areal tanam sekitar 21 ribu hektare serta optimalisasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sejumlah lahan tadah hujan kini telah teraliri irigasi teknis, mendorong produktivitas dan memperkuat stabilitas pasokan gabah di tingkat daerah maupun provinsi. Target produksi 1,7 juta ton pada 2026 dinilai realistis dengan tren kenaikan luas tanam dan intensifikasi pertanian yang berjalan konsisten.

Stabilitas harga juga menjadi faktor penopang. Harga gabah petani tetap terjaga sesuai ketetapan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram, memberikan kepastian bagi petani sekaligus menjaga keseimbangan distribusi. Kebijakan ini penting di tengah fluktuasi komoditas pangan global dan dinamika rantai pasok nasional.

Dengan penguatan infrastruktur irigasi, perluasan tanam, serta dukungan kebijakan harga, Indramayu tidak hanya menjadi lumbung padi Jawa Barat, tetapi juga salah satu penyangga utama surplus beras nasional. Konsistensi produksi dari daerah produktif seperti Indramayu menjadi kunci menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas ekonomi berbasis pertanian di Indonesia. (Amri-untuk Indonesia)