Friday, 30 January 2026

Prabowo Tambah Dana Riset Perguruan Tinggi Menjadi 12 Triliun Rupiah

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, JakartaPresiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memutuskan penambahan dana riset perguruan tinggi sebesar Rp4 triliun sehingga total pagu dana riset nasional pada tahun anggaran 2026 mencapai Rp12 triliun. Kebijakan tersebut disampaikan dalam Taklimat Presiden kepada para rektor dan guru besar di Istana Kepresidenan Jakarta. (15/1/26)

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa sebelumnya dana riset perguruan tinggi hanya sebesar Rp8 triliun atau setara 0,34 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Presiden menilai angka tersebut perlu ditingkatkan untuk memperkuat daya saing riset nasional.

“Dalam forum tersebut, Presiden langsung memutuskan penambahan anggaran riset sebesar Rp4 triliun,” ujar Prasetyo Hadi kepada wartawan.

Presiden Prabowo menyampaikan kebijakan tersebut di hadapan sekitar 1.200 guru besar, dekan, dan rektor dari perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Presiden menegaskan bahwa tambahan dana riset diharapkan memperkuat kerja riset universitas, termasuk riset yang dikolaborasikan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Dalam arahannya, Presiden meminta perguruan tinggi memprioritaskan riset yang mendukung program strategis nasional, yaitu swasembada pangan, swasembada energi, industrialisasi, serta hilirisasi. Presiden juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional.

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tambahan dana riset tersebut mulai berlaku pada tahun anggaran 2026 dan diminta untuk segera dimasukkan dalam perencanaan anggaran.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan bahwa Presiden memberikan amanat besar kepada perguruan tinggi dan peneliti agar berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Tambahan dana riset ini menjadi bukti komitmen Presiden terhadap peran strategis perguruan tinggi dalam pembangunan nasional,” kata Brian Yuliarto.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa peningkatan dana riset nasional akan diarahkan untuk mendukung penelitian di sektor pangan, ketahanan energi, serta penguatan industri strategis sesuai arahan Presiden.

“Fokus riset diarahkan pada pangan, mulai dari beras, jagung, bawang putih, kedelai, hingga produk protein hewani seperti susu dan sapi,” ujar Arif Satria. (Amri-untuk Indonesia)