lognews.co.id, lognews.co.id, Malang - DPRD Kota Malang mengoptimalkan Gedung Parkir Kayutangan Heritage sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) baru melalui retribusi parkir dan kerjasama komersial kafe serta ATM, bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meresmikan fasilitas berkapasitas 800 sepeda motor dan 40 mobil pada Sabtu (10/1/26), sebagai uji coba pengunjung Kayutangan bisa menggunakan fasilitas parkir dengan gratis hingga 13 Januari demi sosialisasi penataan parkir kawasan wisata.
Gedung parkir bertingkat ini menjadi solusi atasi parkir liar sejak 7 Januari 2026 di Jalan Basuki Rahmat dan badan jalan kawasan heritage. Dishub Kota Malang menjadwalkan evaluasi lanjutan 1-6 Januari untuk Gedung Kayutangan dan Majapahit, diikuti operasional penuh jam 07.00-24.00 WIB mulai 7 Januari. Tarif Rp2.000 motor dan Rp3.000 mobil berlaku efektif 14 Januari 2026.
Ketua Komisi C DPRD Muhammad Anas Muttaqin menargetkan PAD parkir melampaui Rp10,9 miliar capaian 2024 melalui retribusi optimal dan ruang penunjang komersial. "Gedung ini bukan sekadar parkir, tapi mesin PAD baru jika sarana prasarana dilengkapi," tegas Anas saat tinjau lapangan. DPRD siap dukung anggaran pasca evaluasi bersama Dishub.
Penataan ini integrasikan Alun-Alun Merdeka, Pasar Splendid, hingga Stasiun Malang dengan rencana hidupkan Pasar Senggol sebagai pusat kuliner. Larangan parkir tepi jalan umum mulai berlaku dengan sanksi tilang pasca sosialisasi gratis. Pertunjukan seni rutin di Gedung Dewan Kesenian Malang perkuat daya tarik wisatawan.
Anas menegaskan pemberdayaan juru parkir (jukir) lama sebagai syarat wajib kerjasama pihak ketiga demi manfaat sosial nyata bagi masyarakat lokal. Dishub koordinasikan skema kolaborasi jukir kawasan Kayutangan agar penataan berjalan inklusif. Langkah ini sejalan wujudkan kawasan heritage tertib dan ramah warga. Transformasi Gedung Parkir Kayutangan jadi ikon wisata terintegrasi Malang tingkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus pendapatan daerah berkelanjutan. (Amri-untuk Indonesia)


