lognews.co.id, Denpasar – Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali, kini berfungsi sebagai markas wisata kapal pesiar internasional karena pengelola pelabuhan menyediakan layanan terintegrasi serta infrastruktur dermaga yang memadai untuk mendukung operasional kapal pesiar berskala besar. (13/1/26)
General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gde Agung Mataram, menyatakan bahwa manajemen pelabuhan memastikan seluruh pelayanan kapal pesiar berjalan aman, lancar, dan sesuai standar operasional, termasuk ketika kapal sandar dalam periode yang berdekatan.
Saat ini, Pelabuhan Benoa telah mampu melayani kapal pesiar sebagai pelabuhan tujuan akhir (destination port) serta menyediakan layanan embarkasi dan debarkasi penumpang atau turn around secara penuh.
Peningkatan kapasitas layanan tersebut sejalan dengan perluasan dermaga timur yang kini memiliki panjang 500 meter, meningkat dari sebelumnya 350 meter, sehingga pelabuhan dapat menampung dua kapal pesiar jumbo secara bersamaan.
Dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, yakni pada 1 hingga 13 Januari 2026, Pelabuhan Benoa mencatat kunjungan enam kapal pesiar yang membawa total 5.500 penumpang dan 2.802 kru.
Rangkaian pelayanan kapal pesiar tersebut diawali dengan sandarnya Ovation of the Seas pada 1 Januari 2026, disusul Le Jacques Cartier pada 7 Januari 2026, Seven Seas Navigator pada 9 Januari 2026, Regatta pada 10 Januari 2026, Viking Orion pada 12 Januari 2026, serta Paspaley Pearl pada 13 Januari 2026.
Pada periode 11 hingga 12 Januari 2026, Pelabuhan Benoa juga melayani dua kapal pesiar yang sandar secara bersamaan, yaitu Regatta dan Viking Orion. Kondisi tersebut menunjukkan kesiapan pelabuhan dalam mengelola operasional kapal pesiar secara paralel.
Manajemen pelabuhan mengelola pelayanan paralel tersebut melalui pengaturan dermaga yang terencana, layanan kepelabuhanan yang terintegrasi, serta koordinasi lintas instansi terkait.
Selama berada di Bali, para penumpang kapal pesiar mengikuti berbagai kegiatan wisata ke destinasi unggulan yang berdampak langsung pada peningkatan aktivitas sektor transportasi, jasa pariwisata, dan pelaku usaha lokal.
Berdasarkan catatan Badan Usaha Milik Negara pengelola pelabuhan, sepanjang 2025 sebanyak 65 kapal pesiar milik operator global singgah di Benoa dengan total 140.000 wisatawan mancanegara.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 56 kunjungan kapal pesiar dengan total 107.717 wisatawan asing, serta tahun 2023 yang mencatat 48 kunjungan kapal pesiar dengan arus penumpang mencapai 78.241 orang. (Amri-untuk Indonesia)


