Friday, 30 January 2026

PKBM Al Zaytun: Kerja Kolaboratif berbuah A Unggul

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Oleh Ali Aminulloh 

lognews.co.id - Bagaimana jika sekolah bukan sekadar bangku, seragam, dan usia? Bagaimana jika belajar justru dimulai ketika banyak orang mengira semuanya telah terlambat?

Di saat negara mewajibkan wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun PAUD sebagaimana diatur dalam kebijakan pendidikan terbaru. Sebagian orang mungkin bertanya: apakah pendidikan masih relevan bagi mereka yang telah lama meninggalkannya? Di sinilah paradoks itu pecah. Di ruang-ruang pendidikan kesetaraan, justru harapan tumbuh paling jujur.

Sabtu pagi, 3 Januari 2026, di Basement Ali bin Abi Thalib, semangat itu terasa nyata. PKBM Al Zaytun membuka semester genap tahun ajaran 2025–2026 dengan cara yang sederhana namun sarat makna: slametan, syukur, dan refleksi bersama. Acara yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIB itu bukan sekadar seremoni pembuka pembelajaran, melainkan perayaan atas perjalanan panjang pendidikan yang ditekuni dengan kesabaran.

Sesi pertama dibuka dengan lagu mars dan hymne PKBM Al Zaytun, disusul sharing knowledge bersama Latif Wahyu Haryono, S.Sos. Dengan tema membangun peradaban berbasis ilmu dan nilai, ia mengajak peserta berpikir lebih jauh tentang fungsi ilmu. Ilmu, katanya, bukan hanya alat pemecah masalah atau sarana pengembangan diri, tetapi juga instrumen pencarian kebenaran. Dari sana, diskusi mengalir pada makna peradaban bahwa peradaban bukan sekadar bertahan hidup, melainkan upaya kolektif menciptakan keteraturan, kemajuan material, dan keluhuran budi pekerti dalam skala besar.

Di titik inilah Al Zaytun diposisikan. Bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan ruang pembentukan manusia. Membangun pusat pendidikan, menumbuhkan budaya toleransi, dan menegakkan perdamaian sebagai jalan menuju masyarakat yang sehat, cerdas, dan manusiawi. Antusiasme peserta pun terasa. Pertanyaan kritis bermunculan dari tutor dan warga belajar, memperdalam materi yang disampaikan. Sesi ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada narasumber oleh Kepala PKBM Al Zaytun.

Memasuki sesi kedua, nuansa formal berpadu dengan rasa kebangsaan. Lagu Indonesia Raya tiga stanza menggema, disusul pembacaan Sapta Janji Darma Bakti dalam tiga bahasa oleh para tutor. Sambutan demi sambutan mengalir, diawali Ketua Panitia yang juga Sekretaris PKBM, Hartono, S.Pd., lalu Kepala PKBM Al Zaytun, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E.

1000282802

Dalam sambutannya, Dr. Ali menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tutor dan warga belajar atas kolaborasi yang berbuah manis: akreditasi A-Unggul. Dari 53 lembaga pendidikan kesetaraan yang diakreditasi di Indramayu, hanya dua yang meraih predikat A-Unggul. Sebuah capaian yang, menurutnya, bukan hasil kerja sesaat, melainkan buah dari dedikasi, keikhlasan, dan kerja berkesinambungan.

Ia juga menyoroti peran dokumentasi dan publikasi kegiatan melalui media sosial dan media daring. “Di mana ada Al Zaytun, di sana ada LogNews,” ujarnya, seraya menyampaikan terima kasih kepada LogNews TV yang konsisten meliput aktivitas PKBM. Lebih jauh, Dr. Ali mengajak warga belajar untuk menuntaskan pendidikannya, karena rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas menjadi cermin harga diri bangsa. Bahkan, ia mendorong mereka menjadi agen perubahan dengan mengajak lingkungan sekitar untuk kembali bersekolah.

Layar kemudian menampilkan kilas balik perjalanan PKBM Al Zaytun, dari sejarah berdirinya, ragam kegiatan pembelajaran, hingga momen-momen penting yang mengantarkannya pada akreditasi A-Unggul. Sambutan berikutnya datang dari Sekretaris Camat Gantar, Eka Tirta Utama, S.IP., yang mewakili Camat. Ia mengapresiasi kontribusi PKBM Al Zaytun dalam mencerdaskan bangsa dan berharap semangat belajar itu menular ke masyarakat sekitar.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Bidang PAUD-PNF, Aam Aminah, S.Ag., M.Pd.I. Ia melihat potensi besar pada karya-karya kreatif warga belajar yang dapat dikembangkan ke industri kreatif.

1000282806Bahkan, ia berjanji akan mendorong pendaftaran karya tersebut ke dinas terkait, termasuk kemungkinan paten agar tidak diambil pihak lain. Ia juga menyinggung rendahnya Indeks Pembangunan Manusia Indramayu yang, menurut pengamatannya, kerap dipengaruhi oleh ketertiban administrasi kependudukan yang belum terbarui. Penataan administrasi PKBM pun menjadi perhatian ke depan.

Dengan resmi, Kabid PAUD-PNF membuka pembelajaran semester genap tahun ajaran 2025–2026. Penghargaan kemudian diberikan kepada warga belajar berprestasi: Kelas Berprestasi Paket C kelas XII, Kelas Terajin Paket B kelas IX, Kelas Terkreatif Paket A kelas VI, dan Kelas Terfavorit Paket B kelas VIII. Piagam diserahkan langsung sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras dan konsistensi.

1000282793

Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur, disusul ramah tamah dan penampilan tari dari warga belajar. Puncaknya, lagu “Kemesraan” dinyanyikan bersama. Tutor, tamu undangan, dan kepala PKBM larut dalam suasana hangat. Tak ada jarak. Tak ada sekat usia. Yang ada hanyalah rasa lega dan bahagia.

Di ruang Basement Ali, pendidikan menemukan kembali maknanya. Bahwa belajar tak pernah terlambat. Bahwa sekolah bukan soal usia, melainkan soal martabat. Dan bahwa di PKBM Al Zaytun, peradaban sedang dirajut. Pelan, tekun, dan penuh harapan. (Amri-untuk Indonesia)

"Mendidik dan membangun semata-mata untuk beribadah kepada Allah"