Oleh : Muhtar Fatwa
lognews.co.id, Indonesia - Sabtu pagi, jam menunjukkan pukul 06.40, rutinas setiap pekan bagi tim Pengawas Sabbat pada hari Sabtu ini hadir paripurna juga petugas pelaksana pun hadir sejumah 14 orang, untuk melaksanakan tugas suci di lahan pembangunan Politeknik Tanah AIR.

Pengawasan merupakan amal bakti yang tepat pada hari Sabtu ini tarikh 3 Januari diperingati sebagai Hari Amal Bhakti dan juga berdirinya Departemen Agama Republik Indonesia. Amal Bhakti bagi civitas akademika Ma'had Al-Zaytun merupakan ruh yang terpatri dalam Sapta Janji Dharma Bakti.
Wujud dari Sapta Janji Dharma Bakti bagi Pengawas dan yang diawasi yaitu dengan berdisiplin waktu, ruang dan niat. Dan tentu saja pernyataan keseluruhan dari janji yang integral Seven in One.
Tepat jam 07.00, briefing dilaksanakan dengan khidmat dimulakan dengan 'basmallah' selanjutnya menyanyikan anthem Indonesia Raya, Pembacaan Asmaul Husna dan Asmaun Nabi disertai Pembacaan Do'a. Dan ritual briefing dikokohkan dengan pembacaan Sapta Janji Dharma Bakti, 7 janji inilah yang menjadi marwah bagi manusia yang berkesadaran untuk kemanusian yang beradab. Diakhiri penyampaian rencana program yang akan dilaksanakan hari Sabtu (03/01) : Langsir spun pile 8 tiang dan bisa dilaksanakan 8 tiang. Selanjutnya, pemancangan spun pile tidak terlaksana karena spun pile baru datang sore hari menjelang pukul 17.00 sehingga pengerjaan pemancangan akan dilaksanakan hari Ahad.

Pemindahan pohon jati juga tidak terlaksana karena jalan menuju lahan Basis tidak bisa dilalui Bigjhon.
Pengawasan di lakukan random dan terpusat di lahan Andalus walaupun tidak ada penanam Kadu Hideung, namun pengawasan di lahan ini lebih mengingatkan bagaimana kepedulian kepada masa hadapan pendidikan Indonesia.
Sekilas Sejarah Hari Amal Bhakti
Hari Amal Bhakti diperingati setiap tanggal 3 Januari merujuk pada penetapan resmi berdirinya Kementerian Agama. Sejarah mencatat, gagasan ini bermula dari usulan Mr. Muhammad Yamin dalam sidang BPUPKI pada 11 Juli 1945, yang menyarankan perlunya kementerian khusus untuk urusan agama.
Meskipun sempat ditolak pada awal kemerdekaan karena dinamika politik terkait Piagam Jakarta, usulan ini kembali menguat dalam Sidang Pleno Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada November 1945. Atas usulan perwakilan KNI Banyumas dan dukungan Partai Masyumi, pembentukan ini akhirnya disetujui agar urusan agama tidak lagi di bawah Kementerian Pendidikan.
Secara resmi, Kementerian Agama berdiri melalui Penetapan Pemerintah Nomor 1/S.D. tertanggal 3 Januari 1946.
Tema HAB ke-80 berdasarkan Surat Edaran Nomor 39 Tahun 2025, peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag RI tahun 2026 mengusung tema atau tagline: "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju". (Amri-untuk Indonesia)
Mendidik dan membangun semata mata untuk beribadah kepada Allah


