Thursday, 29 January 2026

Hari Kesadaran Nasional dalam Paradigma Kesadaran Ajaran Ilahi Membangun Pendidikan

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Oleh : Muhtar Fatwa

lognews.co.id, Indonesia - Hari Kesadaran Nasional diperingati setiap tarikh 17 Januari. Hari Kesadaran Nasional merupakan momen untuk merefleksikan semangat persatuan dan kesatuan dalam Sumpah Pemuda.

Dalam Instruksi Presiden Indonesia Soeharto Nomor 14 Tahun 1981 tersebut, dijelaskan bahwa upacara Kesadaran Nasional diadakan dalam rangka memelihara dan meningkatkan rasa kesadaran nasional, tanggung jawab, dan disiplin. 

Namun, aturan yang mewajibkan untuk menggelar upacara ini akhirnya dicabut pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Keputusan pencabutan itu tertuang dalam Instruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2000 yang dikeluarkan pada 12 Juli.

1000294247

(Bersama Tim Pertanian di lahan Duren Hitam Blok 3 PU) 

Bagi pengawas Sabbat, yang terdiri dari Asrul Alamsyah, Syafrudin Ahmad, Warsun, Hari Fathuri dan Muhtar Fatwa, Sabtu selalu disambut dengan penuh antusias untuk melaksanakan tugas suci pengawasan yang selalu diawali dengan menyadarkan diri akan pemahaman siapa diri?, status diri? dan tujuan hidupnya.

1000294219

Pagi yang cerah menyambut tim Sabbat dan para karyawan yang bahu membahu membangun peradaban untuk masa kini dan masa hadapan. Diawali dengan membangkitkan rasa nasionalisme dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pengagungan kepada Alloh SWT dan Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW. disertai do'a untuk keselamatan dan kelancaran pekerjaan. Kemudian pembacaan Sapta Janji Darma Bakti sebagai pengikat kesadaran untuk melakukan kegiatan yang penuh dedikasi dan tanggungjawab. 

Menurut KBBI, kesadaran berarti keinsafan, keadaan mengerti, atau hal yang dirasakan/dialami oleh seseorang, sering kali berkaitan dengan pemahaman akan diri sendiri dan lingkungan, serta kemampuan untuk bertindak berdasarkan pemahaman itu. Ini mencakup kondisi mental saat menyadari apa yang sedang terjadi pada diri sendiri dan di sekitar, seperti yang dijelaskan dalam konteks kesadaran diri atau kesadaran moral. 

Kesadaran yang paling sederhana adalah perasaan atau kesadaran akan keberadaan internal dan eksternal, Kesadaran nasional di Indonesia merupakan pilar penting dalam sejarah bangsa yang menjadi landasan perjuangan kemerdekaan. Kesadaran ini tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal.

1000294235

Kesadaran identik dengan pikiran, itu adalah kehidupan batin seseorang, dunia introspeksi, pemikiran pribadi, imajinasi dan kemauan. Kesadaran juga mencakup beberapa jenis pengalaman, kognisi, perasaan atau persepsi. 

Filsuf Barat sejak zaman Descartes dan Locke merumuskan hakikat kesadaran dan bagaimana hal itu cocok dengan gambaran yang lebih besar dari dunia. Masalah-masalah ini juga merupakan topik penting dalam filsafat kontinental dan analitik, masing-masing dalam fenomenologi dan filsafat budi. 

Kesadaran dalam perspektif Islam meliputi kesadaran makna hidup dan kehidupannya. Memahami jati diri adalah awal dari pemahaman konsep diri untuk memahami tujuan dari penciptaan diri sebagai manusia, yang berarti memahami hakikat diri manusia (potensi, kelemahan, ketergantungan) akan membawa pada pengenalan yang lebih mendalam akan Allah SWT, Sang Pencipta. 

Mengenal diri, bukan sekadar nama atau identitas fisik, tetapi memahami jiwa (nafs) yang sejati, potensi kebaikan dan keburukan, serta ketergantungan mutlak kepada Allah.

Hubungan diri dan Tuhannya adalah keadaan ia sadar akan kefanaan, kelemahan, dan dosa dirinya, ia akan menyadari keabadian, kesempurnaan, dan kebenaran Allah.

Tujuan spiritualnya adalah proses perjalanan spiritual untuk mencapai ma'rifatullah (pengenalan akan Allah), melihat Allah dalam segala hal, dan mengabdi sesuai tujuan penciptaan. 

1000294244

(Membersamai sahabat Jiran Malaysia, meninjau lahan duren hitam di lahan Basis Al-Zaytun) 

Maka yang dikerjakan untuk membangun pendidikan merupakan wujud dari kesadaran filosofis, ekologis dan sosial. 

Yang tertuang dalam Indonesia Raya "Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya, Untuk Indonesia Raya".(Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah